Friday, January 5, 2018

Tranformasi Sosial-Kolaborasi Penelitian



Refleksi, 1 Desember 2017
Kegiatan SCCOB Tengger Semeru Bromo
Diktis Kemenag

Tranformasi Sosial-Kolaborasi Penelitian





Penelitian Transformasional perlu kesungguhan, kejujuran dan kesadaran untuk menghadirkan narasi kehidupan yang bisa menggerakan hati dan pikiran civitas akademika dan masyarakat umum karena narasi kehidupan lahir dari realitas sosial yang mengalami perubahan. Karena beberapa dari hasil penelitian yang diproduksi banyak terjadi manipulasi sosial dan ini sangat bahaya karena setiap hasil penelitian akan dipublikasikan baik dalam Jurnal, Buku, Artikel atau bentuk publikasi yang lain, apabila sudah dikonsumsi dengan banyak oleh civitas akademika dan menjadi bahan-bahan perkulihan dan menjadi modal bahkan dasar untuk pengabdian masyarakat sebagain untuk kajian terdahulu dan kerangka teori yang dilanjutkan tanpa ada verifikasi teori dam hasil riset karena sudah menjadi “aliran air yang deras yang susah dibendung lagi arusnya” bisa bahaya menjadi manipulasi sosial berbungkus riset, manjadi jajanan akademisi dan masyarakat sebagai penikmat.

Penyakit kronis adanya manipulasi sosial dari hasil riset, jangankan untuk melakukan transformasi sosial dalam realitas kehidupan “malahan” menjadi an-transformasi sosial menghambat adanya perubahan sosial karena hasil riset yang salah sehingga muncul pemikiran yang “awam” “ngapain ngadaian riset dalam kehidupan masyarakat yang menghambat perubahan masyarakat itu, toh...lambat laun masyarakat bisa berubah sendiri untuk menjadi yang baik hingga waktunya nanti. ” Meaningnya yang saya tangkap dari penjelasan Prof. Ahmad Mahmudi dan Rahadi (LPTP dan INSIST) transformasi sosial membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang masyarakat dengan cara berada di tengah masyarakat, berbicara dengan cara berbicara masyarakat, mencintai masyarakat dilakukan dengan tinggal dalam kehidupan masyarakat sehingga tahu, ngerti dan apa yang harus dilakukan butuh waktu, butuh tenaga pikiran sebagai bagian yang memang benar bahagian dari kehidupan real masyarakat.


Dalam dunia kampus terkadang terjadi atau bahkan “sering” terjadi yang namanya memilih-milih judul riset yang akan dilakukan tanpa mengetahui kondisi realitas sosial, padahal realitas sosial tidak bisa dijadikan objek dari riset yang bisa dipilih-pilih, apalagi belum turun ke lapangan lalu membuat judul riset suatu hal yang bisa menebak nebak keadaan yang ada. Cenderung terjadinya pilih memilih judul dan tebak menebak judul dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti baik jadwal mengajar, jadwal kegiatan dalam keluarga, lingkungan masyarakat atau bahkan mengelola business, ternak, kebun dan lain sebagainya sehingga untuk konsenntrasi dalam realitas sosial memiliki kekurangan waktu dan tempat.

Disini perlu adanya “Kolaborasi Penelitian” untuk sama sama meneliti dengan tujuan yang sama sehingga dapat menghasilkan hasil riset yang transfomatif karena banyak bahagian yang turut serta bekerja turun lapangan. Makna penelitian dalam kolaborasi yang transformatif yang dilakukan adanya “kebenaran riset” karena dalam prosesnya setiap peneliti yang terlibat dalam riset bersama-sama mencari kebenaran, menemukan kebenaran sampai dapat memberikan manfaat (transformasi sosial) masyarakat berada di dalam riset yang hidup dan menghidupkan.


Mohon masukannya....
Bersambung...

No comments:

Post a Comment