Tuesday, November 25, 2025

AYO SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI DAN MDTA LITERASI QUR'ANI Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.


AYO SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI DAN MDTA LITERASI QUR'ANI Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan fondasi keagamaan dan karakter moral anak-anak Muslim sejak usia dini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan tantangan moral yang semakin beragam, MDTA hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menguatkan dasar-dasar keislaman dengan pendekatan yang ramah anak, terstruktur, dan berkesinambungan. Kehadiran MDTA menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena lembaga ini memberikan pendidikan agama yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pendidikan formal di sekolah umum.

Pentingnya MDTA tampak dari perannya dalam mengenalkan ajaran-ajaran Islam secara menyeluruh kepada anak-anak. Di MDTA, mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari akidah, ibadah, akhlak, sejarah Islam, serta pemahaman dasar tentang syariat. Pendidikan ini diberikan secara bertahap dan sesuai usia anak, sehingga memudahkan mereka memahami nilai-nilai keislaman secara sederhana namun mendalam. Pembentukan pengetahuan dasar ini sangat dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dengan pemahaman agama yang benar, tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman keliru, dan mampu membedakan mana yang baik dan buruk.

Selain memperkuat pemahaman agama, MDTA juga berperan besar dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia. Melalui pembiasaan seperti disiplin waktu, sopan santun, hormat kepada guru dan orang tua, serta kebiasaan ibadah, anak-anak belajar mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan-kegiatan seperti hafalan doa, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an secara tartil, serta praktik wudhu dan salat membuat nilai-nilai tersebut bukan hanya dipahami, tetapi juga menjadi kebiasaan yang membentuk kepribadian. Pendidikan akhlak inilah yang menjadi pondasi penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beradab, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Lebih dari itu, MDTA juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang religius dan penuh kasih sayang. Interaksi antara guru dan siswa yang lebih personal membuat proses pendidikan berlangsung dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh hati. Banyak anak yang merasa lebih percaya diri dan termotivasi karena mereka mendapatkan perhatian khusus dalam mempelajari agama. Lingkungan belajar yang penuh kekeluargaan inilah yang menjadikan MDTA sebagai tempat yang menyenangkan sekaligus bermakna dalam perjalanan pendidikan mereka.

MDTA juga memiliki peranan sosial di tengah masyarakat. Keberadaannya memperkuat budaya keagamaan, menyatukan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ibadah, serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia. Lembaga ini juga berfungsi sebagai mitra keluarga dalam mendidik anak, membantu orang tua memberikan pendidikan agama yang tidak selalu sempat dilakukan di rumah karena kesibukan sehari-hari. Dengan demikian, MDTA turut membentuk keluarga dan lingkungan masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berkarakter.

Pada saat yang sama, MDTA memiliki fungsi strategis sebagai penjaga tradisi dan identitas keagamaan lokal. Setiap daerah memiliki kekhasan dalam tata cara pembelajaran diniyah, seperti lagu-lagu tartil, metode mengaji, atau tradisi kegiatan keagamaan tertentu. MDTA menjadi wahana pelestarian budaya Islam Nusantara yang damai, moderat, dan penuh kearifan. Anak-anak dikenalkan pada ajaran agama dengan cara-cara yang lembut dan bersahabat, sehingga tumbuhnya generasi muda yang cinta damai dan menghargai sesama.

Pada akhirnya, pentingnya MDTA tidak hanya dilihat dari segi pendidikan agama, tetapi juga dari kontribusinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter. MDTA membekali anak-anak dengan dasar keimanan yang kuat, pemahaman agama yang benar, serta akhlak yang terpuji, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Melalui MDTA, pendidikan agama bukan hanya diajarkan, tetapi juga ditanamkan sebagai nilai hidup yang akan memandu mereka menuju masa depan yang lebih baik.

SEKOLAH PENDIDIKAN KESETARAAN (PAKET) DI PKBM LITERASI QUR'ANI



SEKOLAH PENDIDIKAN KESETARAAN (PAKET) A SETARA SD, B SETARA SMP, C SETARA SMA DI PKBM LITERASI QUR'ANI.

Sekolah paket yang diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran yang sangat penting dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di tengah kondisi sosial ekonomi yang beragam dan tantangan pendidikan yang tidak merata, keberadaan sekolah paket baik Paket A, Paket B, maupun Paket C menjadi solusi nyata bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk belajar di jalur pendidikan formal. PKBM hadir memberikan harapan baru, terutama bagi warga yang putus sekolah, pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi, ibu rumah tangga, remaja yang terkendala ekonomi, maupun anak-anak yang membutuhkan alternatif pendidikan yang fleksibel.

Pentingnya sekolah paket di PKBM terlihat dari kemampuannya menjangkau kelompok masyarakat yang sering kali terpinggirkan dari sistem pendidikan nasional. Banyak warga belajar yang karena berbagai alasan baik ekonomi, jarak, pekerjaan, maupun kondisi keluarga—tidak dapat mengikuti pendidikan regular. PKBM membukakan pintu bagi mereka untuk kembali bersekolah tanpa merasa terbatasi oleh usia, waktu, atau kondisi sosial. Melalui pendekatan yang humanis dan fleksibel, PKBM menyediakan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan warga belajar.

Selain memberikan kesempatan kedua untuk memperoleh ijazah yang setara dengan SD, SMP, dan SMA, sekolah paket juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat. Ijazah yang diperoleh melalui PKBM membuka banyak peluang baru: kesempatan melanjutkan pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, mengikuti pelatihan kerja, bahkan meningkatkan kepercayaan diri untuk berperan lebih aktif dalam lingkungan sosial. Bagi banyak warga belajar, ijazah bukan hanya selembar kertas, tetapi simbol perjuangan dan keberhasilan dalam mengatasi kendala hidup.

Lebih jauh lagi, sekolah paket di PKBM tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Banyak PKBM yang mengintegrasikan keterampilan vokasional seperti menjahit, pertanian, tata boga, teknologi informasi, kewirausahaan, dan berbagai pelatihan lainnya. Dengan cara ini, PKBM tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan, tetapi juga berdaya secara ekonomi. Warga belajar memperoleh kemampuan yang bisa langsung digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup keluarganya.

Keberadaan sekolah paket juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Melalui kegiatan belajar yang berkelanjutan, PKBM menjadi wahana pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta peningkatan kesadaran sosial. Lingkungan belajar yang inklusif memupuk nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan kepercayaan diri. Bagi banyak warga, PKBM bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi rumah kedua tempat mereka mendapatkan motivasi, dukungan emosional, dan rasa kebersamaan.

Di tingkat komunitas, sekolah paket juga memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan serta mewujudkan pemerataan pendidikan nasional. PKBM membantu mengurangi angka putus sekolah, mengangkat kualitas sumber daya manusia, dan menciptakan masyarakat yang lebih cerdas serta produktif. Dengan begitu, sekolah paket menjadi pilar penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Pada akhirnya, pentingnya sekolah paket di PKBM tercermin dari dampak langsungnya bagi kehidupan masyarakat: membuka kesempatan belajar tanpa batas, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat karakter, dan memberdayakan komunitas secara luas. PKBM bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi gerakan sosial yang membawa cahaya bagi banyak warga yang ingin mengubah masa depan mereka. Melalui sekolah paket, pendidikan benar-benar menjadi milik semua orang.

SEKOLAH GRATIS KELOMPOK BERMAIN ANAK DI SPS LITERASI QUR'ANI


SEKOLAH GRATIS KELOMPOK BERMAIN ANAK DI SPS LITERASI QUR'ANI

Sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) kelompok bermain sangat penting bagi anak usia dini karena memberikan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal dalam aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Di kelompok bermain, anak belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan terstruktur sesuai dengan tahap perkembangan mereka, seperti bermain sambil belajar, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal aturan dan rutinitas sederhana.

Manfaat utama kelompok bermain bagi anak antara lain:

  • Membangun kemandirian sejak dini dengan melatih anak melakukan aktivitas sendiri seperti makan, memakai sepatu, dan merapikan mainan.
  • Melatih kemampuan sosial dan emosional dengan belajar berbagi, bekerja sama, mengelola emosi, dan berempati kepada teman.
  • Menstimulasi perkembangan kognitif dan motorik melalui aktivitas yang merangsang berpikir logis, koordinasi tubuh, dan motorik halus maupun kasar.
  • Membiasakan anak pada lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga memudahkan adaptasi saat memasuki pendidikan formal di jenjang berikutnya.

Dengan hadir di sekolah PAUD kelompok bermain, anak-anak mendapatkan fondasi kuat untuk perkembangan holistik mereka sekaligus mempersiapkan mental dan kecerdasan sosial yang akan sangat berguna sepanjang hidupnya. Sekolah di SPS Literasi Qur'ani tidak bayar atau gratis, anak - anak mendapatkan pinjaman buku gratis, dapat buku gambar gratis, Alhamdulillah semangat ayo anak kita sekolah. 

RA TUNAS LITERASI QUR'ANI KEGIATAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)


 RA Tunas Literasi Qur'ani kegiatan Makan Bergizi Gratis MBG.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan mulai berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak usia dini, pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui, untuk mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

MBG juga berfungsi sebagai upaya strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas dengan memastikan kebutuhan gizi harian terpenuhi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Selain fokus pada peningkatan gizi, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta petani dan nelayan sebagai bagian dari rantai pasok pangan bergizi.

Pelaksanaan MBG menyasar 17,9 juta penerima pada tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Pemerintah memastikan keamanan pangan dalam program ini melalui pengawasan ketat oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional guna menjamin kualitas dan keamanan makanan. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga menjadi investasi gizi dan ekonomi daerah yang berkelanjutan (perpustakaandpr)

YAYASAN LITERASI KITA INDOENSIA SELAMAT HARI AYAH

 


Yayasan Literasi Kita Indonesia mengucapkan Selamat Hari Ayah.

Hari Ayah Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 12 November dan lahir dari inisiatif Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tahun 2004. Peringatan ini dideklarasikan secara resmi pada tanggal 12 November 2006 di Solo, Jawa Tengah, bertepatan dengan peluncuran buku "Bunga Rampai Tentang Ayah" dan pembacaan Deklarasi Hari Ayah Nasional di Balai Kota Surakarta. Tanggal 12 November dipilih setelah melalui proses pengkajian dan audiensi dengan pihak terkait sebagai hari yang tepat untuk memberikan penghargaan khusus kepada sosok ayah yang memiliki peran besar dalam keluarga dan pembentukan karakter bangsa.

Berbeda dengan Hari Ayah internasional yang dirayakan pada minggu ketiga bulan Juni, Indonesia memiliki tanggal khusus untuk Hari Ayah agar mencerminkan nilai budaya dan konteks sosial yang khas. Penetapan ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya penghargaan atas pengorbanan dan tanggung jawab seorang ayah sebagai pelindung, pendidik, dan panutan dalam kehidupan keluarga serta kontribusinya dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa. Walaupun belum menjadi hari libur nasional, Hari Ayah Nasional setiap tahun diperingati dengan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran akan peran penting ayah sekaligus meningkatkan ikatan keluarga. Peringatan ini juga diharapkan memotivasi ayah-ayah Indonesia untuk semakin berperan aktif dalam mendampingi anak dan mendukung pendidikan keluarga (umj)

YAYASAN LITERASI KITA INDONESIA SELAMAT HARI GURU NASIONAL

 


Yayasan Literasi Kita Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2025.

Hari Guru Nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 25 November bermula dari pembentukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945. PGRI lahir dari Kongres Guru Indonesia yang diadakan pada 24-25 November 1945 di Surakarta, tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kongres ini dihadiri oleh berbagai organisasi guru yang selama masa penjajahan Belanda dan Jepang tersebar berdasarkan perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, daerah, politik, agama, dan suku. Dalam kongres tersebut semua perbedaan tersebut dihapuskan untuk bersatu membentuk organisasi guru tunggal yang bersifat kebangsaan, demokratis, dan non-politik guna memperjuangkan kemajuan pendidikan dan nasib guru di Indonesia.

Sebelum berdirinya PGRI, organisasi guru di Indonesia telah ada sejak masa kolonial Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912, yang kemudian berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Selama penjajahan Jepang, aktivitas organisasi guru dibatasi dan dilarang, sehingga setelah kemerdekaan, para guru bersatu dalam organisasi baru yang disebut PGRI. Keberadaan PGRI sebagai organisasi tunggal dianggap penting untuk memperkokoh semangat perjuangan para guru dalam mencerdaskan bangsa dan mempersatukan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional secara resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran guru dan PGRI dalam pembangunan pendidikan nasional. Hari Guru Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan pengabdian guru yang telah berkontribusi besar dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Perayaan ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara menyeluruh. (pgrikotasemarang)


DIRGAHAYU PROVINSI BENGKULU

 

Yayasan Literasi Kita Indonesia Mengucapkan Dirgahayu Provinsi Bengkulu Ke-57.

Provinsi Bengkulu lahir secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 yang mengatur pembentukan Provinsi Bengkulu sebagai daerah otonom setelah sebelumnya menjadi bagian dari Keresidenan dalam Provinsi Sumatera Selatan. Proses pembentukan provinsi ini melibatkan perjuangan tokoh masyarakat serta dukungan gubernur setempat, yang kemudian menghasilkan pengesahan Undang-Undang tersebut pada tanggal 12 September 1967. Bengkulu sebelum menjadi provinsi terdiri dari wilayah-wilayah kerajaan kecil dan wilayah keresidenan yang dihimpun menjadi satu unit administratif yang kini berkembang menjadi provinsi dengan ibu kotanya di Kota Bengkulu.​

Pada masa awalnya, Bengkulu tergabung dalam Provinsi Sumatera Selatan sebagai keresidenan yang dikoordinasi dari Palembang. Selama masa transisi pembentukan provinsi, diberikan status otonomi penuh meskipun pelaksanaannya melalui masa transisi yang diatur dalam peraturan pemerintah. Tokoh-tokoh penting seperti dr. A.K. Gani, dr. M. Isa, Gubernur H.A.J. Bustomi, dan M. Ali Amin berperan besar dalam pembentukan Provinsi Bengkulu, termasuk dalam pengantar persetujuan dan pelaksanaan legislasi yang mengatur pembentukan provinsi ini. (medan.kompas)

Pengesahan resmi pembentukan Provinsi Bengkulu ditandai dengan disahkannya Undang-Undang No. 9 Tahun 1967 oleh DPR-GR pada 28 Juli 1967 dan diundangkan oleh Pejabat Presiden Indonesia pada 12 September 1967. Keberadaan provinsi ini kemudian menjadi landasan bagi pembangunan daerah yang lebih mandiri dan terarah hingga saat ini, dengan beberapa kabupaten yang berkembang di dalamnya.​ Referensi utama untuk sejarah lengkap ini termasuk catatan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan dokumen pemerintah terkait pembentukan provinsi, serta sumber-sumber sejarah yang mencatat keterlibatan tokoh dan proses legislasi yang mendukung kelahiran Provinsi Bengkulu. (jejak.keadilan)