Friday, January 5, 2018

Transformasi Sosial dalam Penelitian




Transformasi Sosial dalam Penelitian
Sumarto
(Desa Sukosari Gunung Tengger Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kegiatan SCCOB Diktis Kemenag RI 28 November 2017).



Kajian transformasi sosial dalam metodologi penelitian memang tidak ditemukan tetapi transformasi sosial memayungi setiap penelitian (umbrella-nya riset), karena akhir dari suatu penelitan adalah perubahan sosial (social change). Dengan adanya basis penelitian maka perubahan sosial akan terwujud dengan jelas karena sudah mengetahui realitas sosial yang ada dengan proses turun langsung ke lapangan, semakin tinggi “jam terbang” turung ke lapangan melihat langsung, merasakan langsung dan melakukan langsung dengan subjek penelitian sebagai “historical eksperience” maka akan semakin mendalam peneliti mengetahui realita kehidupan yang terjadi bukan hanya masa kini tetapi penyebab sejarah di masa lampau sehingga terjadi permasalahan sosial saat kini.

Ahmad Mahmudi (LPTP Yogyakarta) “Penelitian sosial – keagamaan pada saat ini sangat kering dengan realitas sosial yang ada”. Yang ada hanya isi penelitian yang “comot sana comot” sini sehingga tidak bisa mengungkapkan realitas sosial, ditambah lagi dengan literatur yang digunakan hanya tetap “comot sana comot” sehingga hasil penelitiannya tidak menjawab apa-apa dari realitas sosial yang ada, realitas sosial yang membutuhkan peneliti untuk menjawab setiap masalah yang ada. Muncul stagnasi penelitian sosial-keagamaan pada saat ini, kita jarang menemukan lagi yang namanya penelitian dari Koentoewijoyo, Soesiloemardjan, dan penelitian sosial lainnya yang memiliki sikap attitude penelitian yang baik dan peduli terhadap realitas sosial yang ada.
Seharusnya riset sosial-keagamaan harus dapat menggambarkan narasi kehidupan, bukannya narasi yang terdiri dari teks-teks, atau terjemahan-terjemahan. Sehingga hasil penelitiaanya haus dengan keadaan yang nyata dalam realitas sosial di masyarakat sehingga muncul yang namanya penelitian sosial-keagamaan yang “remote control” penelitian yang hanya kejar tayang, penelitian yang hanya berdasarkan limitasi, penelitian yang hanya proyek semata tanpa ada unsur menghidupkan kehidupan dalam hasil penelitian yang ada. Bila ini terus-diteruskan yang ada hanya penelitian sosial-keagaman yang apa adanya bukan yang adanya apa.
Transformasi sosial dalam penelitian sebagai payung dari metodologi penelitian melahirkan peneliti yang discovery yaitu peneliti yang mencari, mencari, mencari dan menemukan apa yang ada di balik realitas sosial yang ada. Peneliti yang membebaskan dirinya dari mitos yang ada, limitasi dari proyek yang ada, besaran jumlah dana dalam proyek yang ada, keterbatasan yang ada. Sehingga pada akhirnya peneliti yang dengan dasar transformasi sosial bisa memiliki yang namanya kepekaan realitas sosial. Tidak cukup kepekaan itu tetapi harus juga memiliki bahan kajian literasi yang banyak sebagai dasar teoritis keilmuan untuk menjadi tool/alat di lapangan.
Bila telusuri dari kampus ke kampus banyak yang terjadi praktik penelitian yang lingkari dari bayang-bayang metodologi penelitian yang formalitas yang di runut dari BAB I, BAB II, BAB III dan lain sebagainya dalam metodologi penelitian hal ini tidaklah salah tetapi dalam kajian penelitian transformasi sosial ini bisa menjadi penghambat dalam menggambarkan realitas sosial yang ada di lapangan karena nanti penelitiannya cenderung diarahkan pada satu kaca mata saja sehingga ada istilah yang menyebutkan sebagai penelitian “kaca mata kuda” yang hanya melihat ke depan tapa melihat keberbagai arah. Karena penelitian transformasi sosial membutuhkan pandangan analisis dari realitas sosial yang ada dari berbagai arah untuk mencari jawaban dari permasalaha yang ada di masysrakat. Cenderung penelitian di Kampus S1, S2 dan S3 hanya deskripsi dari realitas sosial yang ada, kurang adanya analisis dari realitas sosial dan refleksi dari realitas sosial. Seharusnya penelitian S1 harus deskriptif, S2 harus analitik dan S3 harus hipotetik yang mampu memprediksi apa yang terjadi di masa yang akan datang dari hasil penelitian yang dilakukan (minimal mampu memprediksi apa yang terjadi dalam relaitas sosial dalam waktu 20 tahun yang akan datang).
Mohon Komentarnya sebagai bahan kritik dan masukan untuk penyempurnaan pemahaman yang ada....

Bersambung.....



No comments:

Post a Comment