Tuesday, November 25, 2025

AYO SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI DAN MDTA LITERASI QUR'ANI Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.


AYO SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI DAN MDTA LITERASI QUR'ANI Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan fondasi keagamaan dan karakter moral anak-anak Muslim sejak usia dini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan tantangan moral yang semakin beragam, MDTA hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menguatkan dasar-dasar keislaman dengan pendekatan yang ramah anak, terstruktur, dan berkesinambungan. Kehadiran MDTA menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena lembaga ini memberikan pendidikan agama yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pendidikan formal di sekolah umum.

Pentingnya MDTA tampak dari perannya dalam mengenalkan ajaran-ajaran Islam secara menyeluruh kepada anak-anak. Di MDTA, mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari akidah, ibadah, akhlak, sejarah Islam, serta pemahaman dasar tentang syariat. Pendidikan ini diberikan secara bertahap dan sesuai usia anak, sehingga memudahkan mereka memahami nilai-nilai keislaman secara sederhana namun mendalam. Pembentukan pengetahuan dasar ini sangat dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dengan pemahaman agama yang benar, tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman keliru, dan mampu membedakan mana yang baik dan buruk.

Selain memperkuat pemahaman agama, MDTA juga berperan besar dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia. Melalui pembiasaan seperti disiplin waktu, sopan santun, hormat kepada guru dan orang tua, serta kebiasaan ibadah, anak-anak belajar mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan-kegiatan seperti hafalan doa, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an secara tartil, serta praktik wudhu dan salat membuat nilai-nilai tersebut bukan hanya dipahami, tetapi juga menjadi kebiasaan yang membentuk kepribadian. Pendidikan akhlak inilah yang menjadi pondasi penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beradab, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Lebih dari itu, MDTA juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang religius dan penuh kasih sayang. Interaksi antara guru dan siswa yang lebih personal membuat proses pendidikan berlangsung dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh hati. Banyak anak yang merasa lebih percaya diri dan termotivasi karena mereka mendapatkan perhatian khusus dalam mempelajari agama. Lingkungan belajar yang penuh kekeluargaan inilah yang menjadikan MDTA sebagai tempat yang menyenangkan sekaligus bermakna dalam perjalanan pendidikan mereka.

MDTA juga memiliki peranan sosial di tengah masyarakat. Keberadaannya memperkuat budaya keagamaan, menyatukan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ibadah, serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia. Lembaga ini juga berfungsi sebagai mitra keluarga dalam mendidik anak, membantu orang tua memberikan pendidikan agama yang tidak selalu sempat dilakukan di rumah karena kesibukan sehari-hari. Dengan demikian, MDTA turut membentuk keluarga dan lingkungan masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berkarakter.

Pada saat yang sama, MDTA memiliki fungsi strategis sebagai penjaga tradisi dan identitas keagamaan lokal. Setiap daerah memiliki kekhasan dalam tata cara pembelajaran diniyah, seperti lagu-lagu tartil, metode mengaji, atau tradisi kegiatan keagamaan tertentu. MDTA menjadi wahana pelestarian budaya Islam Nusantara yang damai, moderat, dan penuh kearifan. Anak-anak dikenalkan pada ajaran agama dengan cara-cara yang lembut dan bersahabat, sehingga tumbuhnya generasi muda yang cinta damai dan menghargai sesama.

Pada akhirnya, pentingnya MDTA tidak hanya dilihat dari segi pendidikan agama, tetapi juga dari kontribusinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter. MDTA membekali anak-anak dengan dasar keimanan yang kuat, pemahaman agama yang benar, serta akhlak yang terpuji, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Melalui MDTA, pendidikan agama bukan hanya diajarkan, tetapi juga ditanamkan sebagai nilai hidup yang akan memandu mereka menuju masa depan yang lebih baik.

SEKOLAH PENDIDIKAN KESETARAAN (PAKET) DI PKBM LITERASI QUR'ANI



SEKOLAH PENDIDIKAN KESETARAAN (PAKET) A SETARA SD, B SETARA SMP, C SETARA SMA DI PKBM LITERASI QUR'ANI.

Sekolah paket yang diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran yang sangat penting dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di tengah kondisi sosial ekonomi yang beragam dan tantangan pendidikan yang tidak merata, keberadaan sekolah paket baik Paket A, Paket B, maupun Paket C menjadi solusi nyata bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk belajar di jalur pendidikan formal. PKBM hadir memberikan harapan baru, terutama bagi warga yang putus sekolah, pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi, ibu rumah tangga, remaja yang terkendala ekonomi, maupun anak-anak yang membutuhkan alternatif pendidikan yang fleksibel.

Pentingnya sekolah paket di PKBM terlihat dari kemampuannya menjangkau kelompok masyarakat yang sering kali terpinggirkan dari sistem pendidikan nasional. Banyak warga belajar yang karena berbagai alasan baik ekonomi, jarak, pekerjaan, maupun kondisi keluarga—tidak dapat mengikuti pendidikan regular. PKBM membukakan pintu bagi mereka untuk kembali bersekolah tanpa merasa terbatasi oleh usia, waktu, atau kondisi sosial. Melalui pendekatan yang humanis dan fleksibel, PKBM menyediakan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan warga belajar.

Selain memberikan kesempatan kedua untuk memperoleh ijazah yang setara dengan SD, SMP, dan SMA, sekolah paket juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat. Ijazah yang diperoleh melalui PKBM membuka banyak peluang baru: kesempatan melanjutkan pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, mengikuti pelatihan kerja, bahkan meningkatkan kepercayaan diri untuk berperan lebih aktif dalam lingkungan sosial. Bagi banyak warga belajar, ijazah bukan hanya selembar kertas, tetapi simbol perjuangan dan keberhasilan dalam mengatasi kendala hidup.

Lebih jauh lagi, sekolah paket di PKBM tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Banyak PKBM yang mengintegrasikan keterampilan vokasional seperti menjahit, pertanian, tata boga, teknologi informasi, kewirausahaan, dan berbagai pelatihan lainnya. Dengan cara ini, PKBM tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan, tetapi juga berdaya secara ekonomi. Warga belajar memperoleh kemampuan yang bisa langsung digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup keluarganya.

Keberadaan sekolah paket juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Melalui kegiatan belajar yang berkelanjutan, PKBM menjadi wahana pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta peningkatan kesadaran sosial. Lingkungan belajar yang inklusif memupuk nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan kepercayaan diri. Bagi banyak warga, PKBM bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi rumah kedua tempat mereka mendapatkan motivasi, dukungan emosional, dan rasa kebersamaan.

Di tingkat komunitas, sekolah paket juga memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan serta mewujudkan pemerataan pendidikan nasional. PKBM membantu mengurangi angka putus sekolah, mengangkat kualitas sumber daya manusia, dan menciptakan masyarakat yang lebih cerdas serta produktif. Dengan begitu, sekolah paket menjadi pilar penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Pada akhirnya, pentingnya sekolah paket di PKBM tercermin dari dampak langsungnya bagi kehidupan masyarakat: membuka kesempatan belajar tanpa batas, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat karakter, dan memberdayakan komunitas secara luas. PKBM bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi gerakan sosial yang membawa cahaya bagi banyak warga yang ingin mengubah masa depan mereka. Melalui sekolah paket, pendidikan benar-benar menjadi milik semua orang.

SEKOLAH GRATIS KELOMPOK BERMAIN ANAK DI SPS LITERASI QUR'ANI


SEKOLAH GRATIS KELOMPOK BERMAIN ANAK DI SPS LITERASI QUR'ANI

Sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) kelompok bermain sangat penting bagi anak usia dini karena memberikan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal dalam aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Di kelompok bermain, anak belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan terstruktur sesuai dengan tahap perkembangan mereka, seperti bermain sambil belajar, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal aturan dan rutinitas sederhana.

Manfaat utama kelompok bermain bagi anak antara lain:

  • Membangun kemandirian sejak dini dengan melatih anak melakukan aktivitas sendiri seperti makan, memakai sepatu, dan merapikan mainan.
  • Melatih kemampuan sosial dan emosional dengan belajar berbagi, bekerja sama, mengelola emosi, dan berempati kepada teman.
  • Menstimulasi perkembangan kognitif dan motorik melalui aktivitas yang merangsang berpikir logis, koordinasi tubuh, dan motorik halus maupun kasar.
  • Membiasakan anak pada lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga memudahkan adaptasi saat memasuki pendidikan formal di jenjang berikutnya.

Dengan hadir di sekolah PAUD kelompok bermain, anak-anak mendapatkan fondasi kuat untuk perkembangan holistik mereka sekaligus mempersiapkan mental dan kecerdasan sosial yang akan sangat berguna sepanjang hidupnya. Sekolah di SPS Literasi Qur'ani tidak bayar atau gratis, anak - anak mendapatkan pinjaman buku gratis, dapat buku gambar gratis, Alhamdulillah semangat ayo anak kita sekolah. 

RA TUNAS LITERASI QUR'ANI KEGIATAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)


 RA Tunas Literasi Qur'ani kegiatan Makan Bergizi Gratis MBG.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan mulai berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak usia dini, pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui, untuk mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

MBG juga berfungsi sebagai upaya strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas dengan memastikan kebutuhan gizi harian terpenuhi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Selain fokus pada peningkatan gizi, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta petani dan nelayan sebagai bagian dari rantai pasok pangan bergizi.

Pelaksanaan MBG menyasar 17,9 juta penerima pada tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Pemerintah memastikan keamanan pangan dalam program ini melalui pengawasan ketat oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional guna menjamin kualitas dan keamanan makanan. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga menjadi investasi gizi dan ekonomi daerah yang berkelanjutan (perpustakaandpr)

YAYASAN LITERASI KITA INDOENSIA SELAMAT HARI AYAH

 


Yayasan Literasi Kita Indonesia mengucapkan Selamat Hari Ayah.

Hari Ayah Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 12 November dan lahir dari inisiatif Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tahun 2004. Peringatan ini dideklarasikan secara resmi pada tanggal 12 November 2006 di Solo, Jawa Tengah, bertepatan dengan peluncuran buku "Bunga Rampai Tentang Ayah" dan pembacaan Deklarasi Hari Ayah Nasional di Balai Kota Surakarta. Tanggal 12 November dipilih setelah melalui proses pengkajian dan audiensi dengan pihak terkait sebagai hari yang tepat untuk memberikan penghargaan khusus kepada sosok ayah yang memiliki peran besar dalam keluarga dan pembentukan karakter bangsa.

Berbeda dengan Hari Ayah internasional yang dirayakan pada minggu ketiga bulan Juni, Indonesia memiliki tanggal khusus untuk Hari Ayah agar mencerminkan nilai budaya dan konteks sosial yang khas. Penetapan ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya penghargaan atas pengorbanan dan tanggung jawab seorang ayah sebagai pelindung, pendidik, dan panutan dalam kehidupan keluarga serta kontribusinya dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa. Walaupun belum menjadi hari libur nasional, Hari Ayah Nasional setiap tahun diperingati dengan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran akan peran penting ayah sekaligus meningkatkan ikatan keluarga. Peringatan ini juga diharapkan memotivasi ayah-ayah Indonesia untuk semakin berperan aktif dalam mendampingi anak dan mendukung pendidikan keluarga (umj)

YAYASAN LITERASI KITA INDONESIA SELAMAT HARI GURU NASIONAL

 


Yayasan Literasi Kita Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2025.

Hari Guru Nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 25 November bermula dari pembentukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945. PGRI lahir dari Kongres Guru Indonesia yang diadakan pada 24-25 November 1945 di Surakarta, tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kongres ini dihadiri oleh berbagai organisasi guru yang selama masa penjajahan Belanda dan Jepang tersebar berdasarkan perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, daerah, politik, agama, dan suku. Dalam kongres tersebut semua perbedaan tersebut dihapuskan untuk bersatu membentuk organisasi guru tunggal yang bersifat kebangsaan, demokratis, dan non-politik guna memperjuangkan kemajuan pendidikan dan nasib guru di Indonesia.

Sebelum berdirinya PGRI, organisasi guru di Indonesia telah ada sejak masa kolonial Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912, yang kemudian berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Selama penjajahan Jepang, aktivitas organisasi guru dibatasi dan dilarang, sehingga setelah kemerdekaan, para guru bersatu dalam organisasi baru yang disebut PGRI. Keberadaan PGRI sebagai organisasi tunggal dianggap penting untuk memperkokoh semangat perjuangan para guru dalam mencerdaskan bangsa dan mempersatukan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional secara resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran guru dan PGRI dalam pembangunan pendidikan nasional. Hari Guru Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan pengabdian guru yang telah berkontribusi besar dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Perayaan ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara menyeluruh. (pgrikotasemarang)


DIRGAHAYU PROVINSI BENGKULU

 

Yayasan Literasi Kita Indonesia Mengucapkan Dirgahayu Provinsi Bengkulu Ke-57.

Provinsi Bengkulu lahir secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 yang mengatur pembentukan Provinsi Bengkulu sebagai daerah otonom setelah sebelumnya menjadi bagian dari Keresidenan dalam Provinsi Sumatera Selatan. Proses pembentukan provinsi ini melibatkan perjuangan tokoh masyarakat serta dukungan gubernur setempat, yang kemudian menghasilkan pengesahan Undang-Undang tersebut pada tanggal 12 September 1967. Bengkulu sebelum menjadi provinsi terdiri dari wilayah-wilayah kerajaan kecil dan wilayah keresidenan yang dihimpun menjadi satu unit administratif yang kini berkembang menjadi provinsi dengan ibu kotanya di Kota Bengkulu.​

Pada masa awalnya, Bengkulu tergabung dalam Provinsi Sumatera Selatan sebagai keresidenan yang dikoordinasi dari Palembang. Selama masa transisi pembentukan provinsi, diberikan status otonomi penuh meskipun pelaksanaannya melalui masa transisi yang diatur dalam peraturan pemerintah. Tokoh-tokoh penting seperti dr. A.K. Gani, dr. M. Isa, Gubernur H.A.J. Bustomi, dan M. Ali Amin berperan besar dalam pembentukan Provinsi Bengkulu, termasuk dalam pengantar persetujuan dan pelaksanaan legislasi yang mengatur pembentukan provinsi ini. (medan.kompas)

Pengesahan resmi pembentukan Provinsi Bengkulu ditandai dengan disahkannya Undang-Undang No. 9 Tahun 1967 oleh DPR-GR pada 28 Juli 1967 dan diundangkan oleh Pejabat Presiden Indonesia pada 12 September 1967. Keberadaan provinsi ini kemudian menjadi landasan bagi pembangunan daerah yang lebih mandiri dan terarah hingga saat ini, dengan beberapa kabupaten yang berkembang di dalamnya.​ Referensi utama untuk sejarah lengkap ini termasuk catatan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan dokumen pemerintah terkait pembentukan provinsi, serta sumber-sumber sejarah yang mencatat keterlibatan tokoh dan proses legislasi yang mendukung kelahiran Provinsi Bengkulu. (jejak.keadilan)

Friday, October 17, 2025

Jurnalis Kampus Menyuarakan Kebebasan Pers


(Curup, Oktober 2025) Menghadiri kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Parrhesia IAIN Curup kegiatan dilaksanakan selama 3 Hari Jum'at - Minggu 17 - 19 Oktober 2025 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa PKM IAIN Curup.

Pelatihan jurnalistik tingkat dasar sangat penting diikuti oleh mahasiswa untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang menulis berita yang baik dan benar seputar informasi yang ada di kampus IAIN Curup. 

Menjadi mahasiswa jurnalis kampus harus mengetahui banyak hal tentang jurnalistik diantaranya adalah etika dalam jurnalistik tata cara menulis berita yang baik dan benar editing berita sampai dengan mempublikasikan berita. 

Berita yang dipublikasikan harus selalu terkini atau update dengan peristiwa yang terjadi sehingga masyarakat kampus sebagai pembaca memiliki rasa ingin tahu tentang apa saja kegiatan yang dilakukan di kampus Dan ini juga sebagai media menyampaikan kegiatan-kegiatan untuk promosi kampus di masyarakat secara umum. 

Menjadi jurnalis kampus juga harus istiqomah atau konsisten dalam menulis berita di mana menyuarakan tentang kebebasan pers di mana tidak memiliki kepentingan secara pribadi apalagi dikaitkan dengan materi jurnalis kampus harus berpegang teguh kepada prinsip kebenaran prinsip kebebasan pers dan prinsip keadilan pers. 

Selama mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik tentunya tidak hanya secara teori penyampaian materi dari narasumber tetapi harus ada tindak lanjut di mana peserta sudah mulai dilatih membuat berita secara sederhana dengan menerapkan 5W + 1H. 

Kampus yang besar tentu karena jurnalis kampusnya yang hebat dan inilah harapan kami sebagai pembina lembaga pers mahasiswa di mana teman-teman jurnalis kampus harus mampu membuat berita secara Istiqomah konsisten sehingga bisa menarik perhatian masyarakat dan bisa meningkatkan mutu kampus dari aspek hubungan Masyarakat.

Dalam konteks jurnalis kampus menyuarakan kebebasan pers tentu pada prinsip etika di mana jurnalis kampus harus mengedepankan etika dalam membuat berita melihat kebenaran berita melihat prinsip keadilan serta memberikan pengaruh yang positif untuk perubahan yang lebih baik. 

Selamat dan sukses kami sampaikan kepada lembaga pers Mahasiswa IAIN Curup yang melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar semoga lahir jurnalis kampus yang konsisten menyuarakan kebebasan pers dengan prinsip keadilan dan kebenaran. (Sumarto)


PKBM LITERASI QUR'ANI SEKOLAH PAKET A (SD), PAKET B (SMP), PAKET C (SMA)


Selamat datang di PKBM Literasi Qur'ani Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.  PKBM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan nonformal dan pendidikan sepanjang hayat.

Berikut adalah peran-peran utama dan fungsi PKBM:

1. Menjembatani Kesenjangan Pendidikan (Aksesibilitas)

Ini adalah peran utama PKBM, yaitu memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak pendidikannya:

  • Pendidikan Kesetaraan: Menyelenggarakan program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi mereka yang putus sekolah, terkendala usia, atau tidak dapat mengikuti jalur formal karena faktor ekonomi atau geografis.
  • Mengurangi Angka Putus Sekolah: Memberikan alternatif bagi anak-anak dan remaja yang harus bekerja atau memiliki kondisi khusus, sehingga mereka tetap bisa memperoleh ijazah resmi.
  • Memberantas Buta Aksara: Melalui program keaksaraan fungsional, PKBM berperan aktif dalam mengurangi angka buta aksara di kalangan masyarakat dewasa.

2. Wadah Pendidikan Sepanjang Hayat (Life-Long Learning)

PKBM menjadi sentra bagi masyarakat untuk terus belajar tanpa dibatasi usia atau waktu:

  • Fleksibilitas Waktu: PKBM menawarkan jadwal belajar yang lebih fleksibel (andragogy), sehingga memungkinkan orang dewasa, pekerja, atau ibu rumah tangga untuk tetap belajar sambil menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Pusat Informasi dan Pertukaran Pengetahuan: PKBM berfungsi sebagai "bank informasi" dan tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

3. Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Hidup

PKBM tidak hanya fokus pada ijazah, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis dan kemandirian:

  • Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill): Menyediakan kursus dan pelatihan keterampilan kerja (seperti menjahit, komputer, tata boga, otomotif, kewirausahaan) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
  • Kemandirian Ekonomi: Program-program ini diarahkan agar warga belajar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan, sehingga secara langsung meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan.
  • Pengembangan Karakter: Melalui kegiatan belajar, PKBM juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kemandirian, dan kedisiplinan.

4. Pusat Inovasi dan Pengembangan Komunitas

PKBM seringkali menjadi motor penggerak kegiatan positif di tingkat komunitas:

  • Pusat Kegiatan Lokal: Menjadi tempat pertemuan dan pelaksanaan kegiatan yang digagas oleh masyarakat, seperti pelatihan UMKM, kegiatan kebudayaan, atau kelompok diskusi.
  • Pendorong Perubahan Pola Pikir: Membantu mengubah pola pikir masyarakat dari yang pasif menjadi masyarakat yang aktif, mandiri, dan melek pendidikan.
  • Kemitraan: PKBM sering bekerja sama dengan lembaga pemerintah (Dinas Pendidikan), swasta, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan program yang relevan dan berkelanjutan.

PKBM berperan sebagai pilar pendidikan nonformal yang inklusif, memastikan bahwa pendidikan benar-benar untuk semua, sekaligus menjadi katalisator bagi pemberdayaan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

 


MEDIA LITERASI KITA INDONESIA

 


Media Literasi Kita Indonesia :

RA Tunas Literasi Qur'ani  

SD Literasi Qur'ani  

PKBM Literasi Qur'ani  

Penerbit Buku Literasiologi  

MDTA Literasi Qur'ani  

SPS Literasi Qur'ani

Literasi Kita Indonesia

Media sosial sangat penting bagi sekolah dan lembaga pendidikan di era digital saat ini, karena berfungsi sebagai alat komunikasi, pemasaran, dan bahkan media pembelajaran.

Berikut adalah beberapa aspek pentingnya media sosial bagi sekolah:

1. Saluran Komunikasi Cepat dan Efektif

Media sosial memungkinkan sekolah untuk terhubung dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) secara langsung dan real-time:

  1. Pengumuman Cepat: Menyebarkan informasi penting seperti jadwal ujian, libur mendadak, atau kegiatan sekolah dalam hitungan detik.
  2. Keterlibatan Orang Tua: Meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan akademik dan non-akademik anak mereka. Orang tua dapat melihat langsung kegiatan belajar-mengajar dan prestasi sekolah.
  3. Diskusi & Tanya Jawab: Menyediakan platform informal bagi siswa dan orang tua untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan klarifikasi dari guru atau administrasi sekolah.

2. Alat Branding dan Promosi Sekolah

Di tengah persaingan antarlembaga pendidikan, media sosial adalah kunci untuk membentuk citra dan menarik calon siswa baru:

  1. Membangun Citra Positif: Sekolah dapat menampilkan cerita sukses, prestasi siswa, inovasi pembelajaran, dan keunikan budaya sekolah (misalnya, nilai-nilai keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler unggulan) secara visual dan menarik.
  2. Transparansi: Menunjukkan kegiatan dan suasana sekolah secara terbuka, yang dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan calon orang tua.
  3. Menjangkau Audiens Lebih Luas: Media sosial memungkinkan promosi sekolah menjangkau wilayah geografis yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitar.

3. Media Pembelajaran dan Kolaborasi

Media sosial dapat diintegrasikan sebagai bagian dari proses belajar-mengajar:

  1. Berbagi Sumber Belajar: Guru dapat berbagi materi tambahan, video edukatif, infografis, atau artikel terkait pelajaran yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah diakses.
  2. Kolaborasi Antar Siswa: Siswa dapat membentuk grup belajar online untuk berdiskusi, bertukar ide, dan mengerjakan proyek kelompok di luar jam sekolah.
  3. Pengembangan Kreativitas: Platform seperti Instagram atau YouTube dapat digunakan siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui tugas-tugas berbasis multimedia (misalnya, membuat video presentasi atau desain grafis).

4. Pengembangan Profesional Guru

Media sosial menjadi ruang bagi para pendidik untuk:

  1. Berjejaring: Terhubung dengan guru-guru lain di seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, strategi pengajaran, dan praktik terbaik (best practice).
  2. Pembelajaran Berkelanjutan: Mengikuti perkembangan tren dan teknologi pendidikan terbaru melalui komunitas atau pakar pendidikan yang aktif di media sosial.

 


LIBRARY TEAM YAYASAN LITERASI KITA INDONESIA

 


Library Team Yayasan Literasi Kita Indonesia Perpustakaan RA Tunas Literasi Qur'ani, SD Literasi Qur'ani, TBM Tasik Malaya Curup Utara Dan Komunitas Lterasi Kita Indonesia. Perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam ekosistem pendidikan, jauh melampaui sekadar tempat penyimpanan buku. Ia berfungsi sebagai jantungnya pembelajaran dan pusat sumber belajar yang menunjang seluruh kegiatan di sekolah.

Berikut adalah beberapa poin utama mengenai pentingnya perpustakaan sekolah:

1. Fungsi Edukatif dan Pusat Sumber Belajar

  1. Menunjang Kurikulum: Perpustakaan menyediakan beragam bahan pustaka (buku, jurnal, media digital) yang relevan dan sesuai dengan kurikulum, sehingga memperkaya materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas.
  2. Mendorong Belajar Mandiri: Perpustakaan melatih siswa untuk mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi secara mandiri (self-learning). Ini sangat penting untuk membentuk pembelajar sepanjang hayat.
  3. Memperkaya Pengalaman Belajar: Siswa dapat mendalami topik di luar buku teks wajib, memperluas wawasan, dan menghubungkan konsep-konsep yang berbeda.
  4. Membantu Penyelesaian Tugas: Menyediakan sumber referensi yang dibutuhkan siswa dan guru untuk penelitian, pembuatan makalah, atau tugas sekolah.

2. Peningkatan Literasi dan Minat Baca

  1. Menumbuhkan Minat Baca: Perpustakaan adalah sarana utama untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca, yang merupakan kunci bagi semua ilmu pengetahuan.
  2. Mengembangkan Keterampilan Membaca: Dengan sering membaca, siswa dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca dan meningkatkan pemahaman isi bacaan.
  3. Literasi Informasi: Perpustakaan melatih siswa untuk memiliki keterampilan dalam menelusuri, menemukan, dan menggunakan informasi yang valid dan terpercaya di tengah banjir informasi (literasi digital dan informasi).
  4. Penguasaan Kosakata: Keterpaparan terhadap berbagai jenis bacaan secara otomatis akan memperkaya kosakata dan meningkatkan kecakapan berbahasa siswa.

3. Pengembangan Karakter dan Keterampilan Hidup

  1. Membentuk Kemandirian: Melalui kegiatan penelusuran informasi, siswa belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.
  2. Mendorong Rasa Ingin Tahu dan Berpikir Kritis: Koleksi yang beragam memicu rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka untuk berpikir secara analitis dan kritis terhadap informasi yang diterima.
  3. Fungsi Rekreatif dan Kultural: Perpustakaan menyediakan bahan bacaan rekreatif (novel, majalah) yang dapat digunakan siswa untuk mengisi waktu luang secara positif, sekaligus melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya melalui koleksi lokal.

4. Mendukung Guru dan Tenaga Kependidikan

  1. Sumber Pengajaran: Perpustakaan menyediakan bahan rujukan dan informasi terkini bagi guru untuk menyusun, mengembangkan, dan memperkaya materi pengajaran mereka.
  2. Media Pengembangan Profesional: Guru dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru melalui koleksi profesional di perpustakaan.

 


VISITASI AKREDITASI PKBM LITERASI QUR'ANI


Selamat Datang TIM ASESOR BAN PDM di PKBM Literasi Qur'ani Ibu Dian Eka Gustini, M.Pd dan Ibu G Jeni Christi A, M.Si kegiatan VISITASI AKREDITASI pada Tanggal 21 - 23 Oktober 2025. Semoga Berjalan dengan lancar dan hasil maksimal.

Proses visitasi akreditasi PKBM mengikuti prosedur standar yang ditetapkan oleh BAN-PDM:

1. Pra-Visitasi (Koordinasi)

  1. Penetapan Sasaran: PKBM ditetapkan sebagai sasaran visitasi melalui Surat Keputusan (SK) BAN-PDM atau Surat Tugas dari BAN-PDM Provinsi.
  2. Koordinasi Asesor: Asesor yang ditugaskan akan menghubungi PKBM untuk mengkoordinasikan jadwal visitasi, dokumen yang perlu disiapkan, dan memastikan kesiapan lembaga.
  3. Telaah Dokumen: Asesor melakukan pra-visitasi dengan mempelajari dan menelaah dokumen, data, dan deskripsi kinerja PKBM yang telah diunggah di Sispena untuk membuat catatan awal.

2. Pelaksanaan Visitasi (di Lokasi PKBM)

Kegiatan inti visitasi di PKBM mencakup beberapa rangkaian:

  1. Perkenalan/Temu Awal: Pertemuan singkat antara Asesor dengan pimpinan dan tim PKBM. (Catatan: BAN-PDM menekankan tidak perlu ada penyambutan khusus atau seremonial berlebihan).
  2. Presentasi Kinerja: Pimpinan PKBM menyampaikan presentasi mengenai kinerja lembaga sesuai dengan area yang diukur dalam instrumen akreditasi (berbasis 8 Standar Nasional Pendidikan atau instrumen terbaru yang berlaku, seperti yang berfokus pada kinerja).
  3. Diskusi dan Wawancara: Asesor melakukan wawancara mendalam dengan:

1)      Pengelola/Ketua PKBM.

2)      Pendidik (Tutor).

3)      Tenaga Kependidikan/Staf.

4)      Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan/atau C).

5)      Perwakilan Komite Pembelajaran/Orang Tua.

  1. Observasi Lingkungan Belajar: Asesor mengamati secara langsung proses pembelajaran (di kelas atau di luar kelas) dan melihat kondisi sarana prasarana, termasuk:

1)      Ruang belajar/kelas.

2)      Ruang kantor/administrasi.

3)      Sarana pendukung (perpustakaan, fasilitas penunjang, dll.).

  1. Verifikasi Dokumen Fisik: Asesor mencocokkan bukti-bukti berupa dokumen, rekaman proses pembelajaran, dan hasil kerja peserta didik dengan data yang diunggah di Sispena (prinsipnya: apa yang tertulis di Sispena harus terbukti di lapangan).

3. Pasca-Visitasi

  1. Penandatanganan Berita Acara: Asesor dan Ketua PKBM menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Visitasi sebagai bukti kegiatan telah selesai dilakukan.
  2. Pengisian Kartu Kendali: Asesor mengisi dan menyerahkan hasil temuan di Sispena.
  3. Pelaporan: Asesor melaporkan hasil visitasi ke BAN-PDM Provinsi melalui Sispena.
  4. Validasi dan Penetapan: Hasil visitasi kemudian divalidasi dan diverifikasi di tingkat provinsi, sebelum akhirnya ditetapkan status akreditasinya oleh BAN-PDM.

Dokumen Penting yang Perlu Disiapkan :

Untuk kelancaran visitasi, PKBM wajib memastikan ketersediaan data dan bukti pendukung yang selaras dengan Instrumen Akreditasi, yang umumnya bersumber dari:

  1. Dokumen Perizinan dan Legalitas Lembaga.
  2. Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) atau EMIS (untuk pesantren).
  3. Instrumen Akreditasi yang sudah diisi di Sispena.
  4. Dokumen 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) (atau bukti kinerja sesuai instrumen terbaru):

a.       Kurikulum operasional dan perangkat ajar (RPP, Modul).

b.       Bukti kualifikasi dan kompetensi pendidik (ijazah, sertifikat, dll.).

c.       Dokumen penilaian hasil belajar peserta didik.

d.       Laporan keuangan dan bukti pembiayaan.

e.       Dokumen pengelolaan dan tata tertib.

  1. Hasil Kinerja Peserta Didik (portofolio, karya, hasil ujian, dan lain – lain)

 


KINERJA PKBM LITERASI QUR'ANI

 


Penyampaian Kinerja PKBM Literasi Qur'ani NPSN P9999317 dalam kegiatan Visitasi Akreditasi PKBM Literasi Qur'ani Kabupaten Rejang Lebong Pada Tanggal 21 - 23 Oktober 2025. Informasi seputar Akreditasi penyelenggara Pendidikan Kesetaraan :

Akreditasi penyelenggara Pendidikan Kesetaraan di Indonesia dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (disebut juga BAN PAUD dan PNF atau sekarang melebur menjadi BAN-PDM). Akreditasi ini bertujuan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan kesetaraan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), atau Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. 

Status dan Masa Berlaku Status Akreditasi yang diberikan terdiri atas Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi. Satuan pendidikan yang terakreditasi akan memperoleh peringkat akreditasi (misalnya A, B, atau C, meskipun instrumen terbaru mungkin menggunakan deskripsi status yang berbeda). Masa berlaku akreditasi umumnya adalah 5 tahun.

 


SELAMAT HARI SANTRI 2025


 

Kami dari Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengucapkan SELAMAT HARI SANTRI TAHUN 2025 "MENGAWAL INDONESIA MERDEKA MENUJU PERADABAN DUNIA"

Sejarah penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki latar belakang sejarah yang kuat, berakar pada perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut adalah poin-poin utama sejarahnya:

1. Latar Belakang: Ancaman Pasca-Kemerdekaan (1945)

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda (dengan nama NICA) datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Kedatangan ini bertujuan untuk merebut kembali kekuasaan, yang memicu gejolak dan perlawanan rakyat.

Di Surabaya, situasi memanas. Para pemimpin bangsa saat itu, termasuk Presiden Soekarno, membutuhkan dorongan moral dan fatwa keagamaan untuk mengobarkan semangat jihad rakyat dalam membela negara yang baru merdeka.

2. Peristiwa Kunci: Resolusi Jihad (22 Oktober 1945)

Atas permintaan lisan dari Presiden Soekarno, para ulama di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan rapat besar di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945, pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, mengeluarkan fatwa yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Inti dari Resolusi Jihad tersebut adalah:

  1. Kewajiban Membela Negara: Mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia Merdeka (NKRI) menurut hukum agama Islam adalah kewajiban bagi setiap orang Islam.
  2. Perang Suci (Jihad Sabilillah): Perjuangan melawan penjajah yang berusaha kembali di Indonesia (NICA) dianggap sebagai perang suci (jihad fii sabilillah).
  3. Ancaman Kafir: Siapa pun yang mati dalam pertempuran melawan penjajah hukumnya adalah syahid, dan bagi yang memecah belah persatuan adalah haram.

3. Dampak Resolusi Jihad

Resolusi Jihad ini memiliki dampak yang luar biasa, terutama di Jawa dan Madura. Seruan ini membakar semangat juang para santri, ulama, dan rakyat.

Puncaknya, Resolusi Jihad ini menjadi pemicu utama meletusnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebuah pertempuran heroik yang melibatkan ribuan rakyat, laskar santri, dan pejuang, dan kini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

4. Penetapan Hari Santri Nasional

Gagasan untuk menetapkan Hari Santri sebagai penghargaan atas kontribusi santri dalam sejarah kemerdekaan telah lama diinisiasi oleh kalangan pesantren.

Akhirnya, untuk mengenang dan meneladani peran besar santri dan ulama dalam mempertahankan NKRI, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan:

  1. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015
  2. Menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Penetapan ini bertujuan agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, senantiasa mengingat, meneladani, dan melanjutkan peran santri sebagai pejuang sekaligus penjaga moral bangsa.

 


Wednesday, October 8, 2025

SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI WUJUDKAN GENERASI LITERASI QUR'ANI

 


Berdirinya SD Literasi Qur’ani Rejang Lebong Bengkulu dari Yayasan Literasi Kita Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam mengembangkan dan memajukan Pendidikan bagi Masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong dengan Biaya Terjangkau dan Memiliki Mutu yang Baik sesuai dengan Standar dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BAN-SM. Menghadirkan Sekolah Dasar yang memiliki Visi Membentuk Generasi Rahmatan Lil’alamiin dengan Tata Nilai yaitu Generasi yang memiliki Karakter Kepribadian Berkeadaban (ta’addub), Keteladanan (qudwah), Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), Mengambil jalan tengah (tawassuṭ) dan Berimbang (tawāzun). Terletak di Desa Tasik Malaya Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong CP. 0821-3694-9568

VISI :

Menjadi Lembaga Pendidikan yang Membentuk Generasi Rahmatan Lil’alamiin

MISI :

  1. Membudayakan Proses Pembelajaran Berbasis Literasi Qur’ani
  2. Mewujudkan Generasi yang Taat Beribadah dan Berakhlakul Karimah
  3. Membudayakan Sikap Dermawan dan Peduli Terhadap Sesama
  4. Membentuk Generasi yang Memiliki Sikap Creative, Connected dan Confident
  5. Membudayakan Generasi yang menguasai Ilmu Teknologi dan Sains


Yayasan Literasi Kita Indonesia Berkunjung ke Taman Didikan Kanak - Kanak TADIKA ISLAM MASJID AR-RAUDHAH MALAYSIA

 


Kami dari Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu (RA Tunas Literasi Qur’ani) berkunjung ke TADIKA ISLAM Masjid Ar-Raudhah Negeri Kedah Malaysia. Tadika Malaysia (singkatan daripada Taman Didikan Kanak-Kanak) adalah institusi pendidikan awal kanak-kanak di Malaysia yang berperanan sebagai persediaan formal bagi kanak-kanak sebelum melangkah ke alam persekolahan di peringkat sekolah rendah. 

Berikut adalah penjelasan terperinci mengenai Tadika di Malaysia:

1. Definisi dan Kelompok Usia

  • Definisi: Tadika adalah premis yang menerima masuk kanak-kanak berumur antara 4 hingga 6 tahun untuk tujuan pendidikan. Ia berbeza daripada Taska (Taman Asuhan Kanak-Kanak), yang mengasuh kanak-kanak sejak bayi hingga 4 tahun.
  • Peranan Utama: Menyediakan pendedahan awal dan pengalaman pembelajaran yang akan membantu kanak-kanak menyesuaikan diri dengan persekitaran sekolah, berdikari, dan menguasai kemahiran asas.

2. Matlamat dan Objektif Utama

Matlamat pendidikan Tadika adalah untuk menyuburkan potensi kanak-kanak secara menyeluruh, seimbang, dan bersepadu dari aspek intelek, rohani, emosi, dan jasmani, selaras dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan.

Objektif Tadika, terutamanya melalui Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK), termasuk:

  • Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan berkesan (literasi).
  • Menguasai kemahiran asas membaca, menulis, dan mengira (numerasi).
  • Mengamalkan nilai-nilai Islam (bagi murid Muslim) dan nilai-nilai murni masyarakat Malaysia (moral).
  • Memperkembangkan konsep kendiri yang positif dan keyakinan diri.
  • Mengaplikasikan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif serta kemahiran menyelesaikan masalah.
  • Mempraktikkan amalan kesihatan dan menjaga keselamatan diri.

3. Kurikulum Piawaian: KSPK

Semua Tadika, sama ada kerajaan atau swasta, diwajibkan menggunakan kurikulum standard yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM):

  • Nama Kurikulum: Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK).
  • Fokus KSPK: KSPK memastikan perkembangan holistik kanak-kanak melalui pendekatan yang berstruktur, seringkali menggunakan konsep "Belajar Melalui Bermain" (Learning Through Play).
  • Komponen Pembelajaran: Kurikulum ini merangkumi Tunjang-tunjang utama seperti:

·       Tunjang Komunikasi (Bahasa Melayu, Bahasa Inggeris, dan pilihan bahasa lain).

·       Tunjang Kerohanian, Sikap, dan Nilai (Pendidikan Islam atau Moral).

·       Tunjang Perkembangan Fizikal dan Estetika.

·       Tunjang Keterampilan Diri (Sosioemosi).

·       Tunjang Sains dan Teknologi (Awal Sains dan Awal Matematik).

·       Tunjang Kemanusiaan.


4. Jenis-Jenis Tadika di Malaysia

Perkhidmatan Tadika dikendalikan oleh pelbagai agensi kerajaan dan swasta, dan secara umum terbahagi kepada:

Jenis Tadika

Pengendali Utama

Sasaran/Lokasi

Prasekolah KPM

Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM)

Ditempatkan di sekolah-sekolah rendah kerajaan.

Tabika KEMAS

Jabatan Kemajuan Masyarakat (KEMAS)

Menyasarkan keluarga di luar bandar dan berpendapatan rendah.

Tabika Perpaduan

Jabatan Perpaduan Negara dan Integrasi Nasional

Bertujuan memupuk perpaduan dan nilai-nilai hidup bermasyarakat.

Tadika Swasta

Pihak swasta/Persendirian

Beroperasi di kawasan perumahan atau premis komersial; menawarkan kurikulum yang mematuhi KSPK dan seringkali kurikulum tambah nilai (misalnya, program tiga bahasa, kelas keagamaan).

Tadika Islam/MAIWP

Majlis Agama Islam Negeri (contoh: MAIWP)

Melaksanakan KSPK bersama kurikulum tambah nilai seperti pengajian Al-Qur'an dan Jawi.


5. Kawal Selia

Tadika di Malaysia dikawal selia oleh beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah, dan Jabatan Perpaduan Negara, bagi memastikan kualiti kurikulum, kelayakan guru (biasanya lulusan Diploma/Ijazah Pendidikan Awal Kanak-Kanak), dan standard keselamatan dipatuhi.

 


TAFSIR BERSEPADU JUZUK AMMA

 


TAFSIR BERSEPADU
JUZUK AMMA
Sesi Presentasi Internasional Seminar
Kolej Islam Darul Ulum KIDU Malaysia diantaranya Penyampaian Tafsir Bersepadu Juzuk Amma oleh Pimpinan KIDU Malaysia Zawawi HJ. Ahmad .

Berita Gegaran Paling Dahsyat dari Zawawi HJ. Ahmad

 


Sesi Internasional Seminar
Penyampaian Materi : Berita Gegaran Paling Dahsyat dari Zawawi HJ. Ahmad Kolej Islam Darul Ulum KIDU Negeri Kedah Malaysia.
"Siapa saja yang melakukan Kebaikan dia mendapat pahala siapa saja melakukan kejahatan maka dia hanya di balas sekedar kejahatan yang dilakukannya sahaja. Mereka sama sekali tidak akan dizalimi." Surah al-An'am: 60.

SD LITERASI QUR'ANI


 "Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak kami peserta didik SD literasi Qurani yang memperoleh prestasi dalam kategori akademik terbaik literasi terbaik menghafal terbaik serta peserta didik teladan."

"Kemudian kita juga memberikan apresiasi kepada anak-anak kita yang mendapatkan juara pada kegiatan lomba pertandingan silat Kapolda cup Provinsi Bengkulu tahun 2025 semoga berkah dan kita sama-sama mendukung dan mendoakan SD kita menjadi SD yang baik dan bermutu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara Amin ya Allah ya robbal alamin."

Pembelajaran dengan Pendekatan Interaktif (Catatan Perkuliahan)

 


Kita melaksanakan perkuliahan di pascasarjana IAIN Curup program studi pendidikan agama Islam tentang inovasi pembelajaran dalam diskusi mahasiswa menyampaikan hasil mini riset yang dilakukan khususnya di sekolah tempat mereka mengajar banyak temuan kita lihat diantara nya adalah peran penting guru sebagai educator dan fasilitator dalam menyediakan media pembelajaran dan sumber belajar bagi peserta didik. 

Pembelajaran yang dikemas dengan baik adanya sentuhan kreativitas sangat penting dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik lebih menarik dan tertarik serta memberikan semangat dalam proses pembelajaran tentunya tidak hanya pendidik atau guru Kita juga harus memberikan ruang kepada peserta didik dalam membuat media pembelajaran dari materi pelajaran yang sudah disampaikan dan ternyata peserta didik juga kreatif peserta didik antusias sehingga proses pembelajaran lebih interaktif dinamis dan menyenangkan.