Friday, October 17, 2025

SELAMAT HARI SANTRI 2025


 

Kami dari Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengucapkan SELAMAT HARI SANTRI TAHUN 2025 "MENGAWAL INDONESIA MERDEKA MENUJU PERADABAN DUNIA"

Sejarah penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki latar belakang sejarah yang kuat, berakar pada perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut adalah poin-poin utama sejarahnya:

1. Latar Belakang: Ancaman Pasca-Kemerdekaan (1945)

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda (dengan nama NICA) datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Kedatangan ini bertujuan untuk merebut kembali kekuasaan, yang memicu gejolak dan perlawanan rakyat.

Di Surabaya, situasi memanas. Para pemimpin bangsa saat itu, termasuk Presiden Soekarno, membutuhkan dorongan moral dan fatwa keagamaan untuk mengobarkan semangat jihad rakyat dalam membela negara yang baru merdeka.

2. Peristiwa Kunci: Resolusi Jihad (22 Oktober 1945)

Atas permintaan lisan dari Presiden Soekarno, para ulama di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan rapat besar di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945, pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, mengeluarkan fatwa yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Inti dari Resolusi Jihad tersebut adalah:

  1. Kewajiban Membela Negara: Mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia Merdeka (NKRI) menurut hukum agama Islam adalah kewajiban bagi setiap orang Islam.
  2. Perang Suci (Jihad Sabilillah): Perjuangan melawan penjajah yang berusaha kembali di Indonesia (NICA) dianggap sebagai perang suci (jihad fii sabilillah).
  3. Ancaman Kafir: Siapa pun yang mati dalam pertempuran melawan penjajah hukumnya adalah syahid, dan bagi yang memecah belah persatuan adalah haram.

3. Dampak Resolusi Jihad

Resolusi Jihad ini memiliki dampak yang luar biasa, terutama di Jawa dan Madura. Seruan ini membakar semangat juang para santri, ulama, dan rakyat.

Puncaknya, Resolusi Jihad ini menjadi pemicu utama meletusnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebuah pertempuran heroik yang melibatkan ribuan rakyat, laskar santri, dan pejuang, dan kini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

4. Penetapan Hari Santri Nasional

Gagasan untuk menetapkan Hari Santri sebagai penghargaan atas kontribusi santri dalam sejarah kemerdekaan telah lama diinisiasi oleh kalangan pesantren.

Akhirnya, untuk mengenang dan meneladani peran besar santri dan ulama dalam mempertahankan NKRI, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan:

  1. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015
  2. Menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Penetapan ini bertujuan agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, senantiasa mengingat, meneladani, dan melanjutkan peran santri sebagai pejuang sekaligus penjaga moral bangsa.

 


No comments:

Post a Comment