Friday, October 17, 2025

PKBM LITERASI QUR'ANI SEKOLAH PAKET A (SD), PAKET B (SMP), PAKET C (SMA)


Selamat datang di PKBM Literasi Qur'ani Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.  PKBM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan nonformal dan pendidikan sepanjang hayat.

Berikut adalah peran-peran utama dan fungsi PKBM:

1. Menjembatani Kesenjangan Pendidikan (Aksesibilitas)

Ini adalah peran utama PKBM, yaitu memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak pendidikannya:

  • Pendidikan Kesetaraan: Menyelenggarakan program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi mereka yang putus sekolah, terkendala usia, atau tidak dapat mengikuti jalur formal karena faktor ekonomi atau geografis.
  • Mengurangi Angka Putus Sekolah: Memberikan alternatif bagi anak-anak dan remaja yang harus bekerja atau memiliki kondisi khusus, sehingga mereka tetap bisa memperoleh ijazah resmi.
  • Memberantas Buta Aksara: Melalui program keaksaraan fungsional, PKBM berperan aktif dalam mengurangi angka buta aksara di kalangan masyarakat dewasa.

2. Wadah Pendidikan Sepanjang Hayat (Life-Long Learning)

PKBM menjadi sentra bagi masyarakat untuk terus belajar tanpa dibatasi usia atau waktu:

  • Fleksibilitas Waktu: PKBM menawarkan jadwal belajar yang lebih fleksibel (andragogy), sehingga memungkinkan orang dewasa, pekerja, atau ibu rumah tangga untuk tetap belajar sambil menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Pusat Informasi dan Pertukaran Pengetahuan: PKBM berfungsi sebagai "bank informasi" dan tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

3. Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Hidup

PKBM tidak hanya fokus pada ijazah, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis dan kemandirian:

  • Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill): Menyediakan kursus dan pelatihan keterampilan kerja (seperti menjahit, komputer, tata boga, otomotif, kewirausahaan) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
  • Kemandirian Ekonomi: Program-program ini diarahkan agar warga belajar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan, sehingga secara langsung meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan.
  • Pengembangan Karakter: Melalui kegiatan belajar, PKBM juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kemandirian, dan kedisiplinan.

4. Pusat Inovasi dan Pengembangan Komunitas

PKBM seringkali menjadi motor penggerak kegiatan positif di tingkat komunitas:

  • Pusat Kegiatan Lokal: Menjadi tempat pertemuan dan pelaksanaan kegiatan yang digagas oleh masyarakat, seperti pelatihan UMKM, kegiatan kebudayaan, atau kelompok diskusi.
  • Pendorong Perubahan Pola Pikir: Membantu mengubah pola pikir masyarakat dari yang pasif menjadi masyarakat yang aktif, mandiri, dan melek pendidikan.
  • Kemitraan: PKBM sering bekerja sama dengan lembaga pemerintah (Dinas Pendidikan), swasta, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan program yang relevan dan berkelanjutan.

PKBM berperan sebagai pilar pendidikan nonformal yang inklusif, memastikan bahwa pendidikan benar-benar untuk semua, sekaligus menjadi katalisator bagi pemberdayaan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

 


No comments:

Post a Comment