Selamat datang di PKBM Literasi Qur'ani Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. PKBM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan nonformal dan pendidikan sepanjang hayat.
Berikut adalah peran-peran utama
dan fungsi PKBM:
1. Menjembatani Kesenjangan
Pendidikan (Aksesibilitas)
Ini adalah peran utama PKBM,
yaitu memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak pendidikannya:
- Pendidikan Kesetaraan: Menyelenggarakan program
Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi
mereka yang putus sekolah, terkendala usia, atau tidak dapat mengikuti
jalur formal karena faktor ekonomi atau geografis.
- Mengurangi Angka Putus Sekolah: Memberikan
alternatif bagi anak-anak dan remaja yang harus bekerja atau memiliki
kondisi khusus, sehingga mereka tetap bisa memperoleh ijazah resmi.
- Memberantas Buta Aksara: Melalui program keaksaraan
fungsional, PKBM berperan aktif dalam mengurangi angka buta aksara di
kalangan masyarakat dewasa.
2. Wadah Pendidikan Sepanjang
Hayat (Life-Long Learning)
PKBM menjadi sentra bagi
masyarakat untuk terus belajar tanpa dibatasi usia atau waktu:
- Fleksibilitas Waktu: PKBM menawarkan jadwal belajar
yang lebih fleksibel (andragogy), sehingga memungkinkan orang
dewasa, pekerja, atau ibu rumah tangga untuk tetap belajar sambil
menjalani aktivitas sehari-hari.
- Pusat Informasi dan Pertukaran Pengetahuan: PKBM
berfungsi sebagai "bank informasi" dan tempat berkumpulnya
berbagai lapisan masyarakat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.
3. Pemberdayaan Masyarakat dan
Peningkatan Kualitas Hidup
PKBM tidak hanya fokus pada
ijazah, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis dan kemandirian:
- Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill):
Menyediakan kursus dan pelatihan keterampilan kerja (seperti menjahit,
komputer, tata boga, otomotif, kewirausahaan) yang sesuai dengan kebutuhan
pasar kerja lokal.
- Kemandirian Ekonomi: Program-program ini diarahkan
agar warga belajar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk
berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan, sehingga secara langsung
meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan.
- Pengembangan Karakter: Melalui kegiatan belajar,
PKBM juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kemandirian,
dan kedisiplinan.
4. Pusat Inovasi dan Pengembangan
Komunitas
PKBM seringkali menjadi motor
penggerak kegiatan positif di tingkat komunitas:
- Pusat Kegiatan Lokal: Menjadi tempat pertemuan dan
pelaksanaan kegiatan yang digagas oleh masyarakat, seperti pelatihan UMKM,
kegiatan kebudayaan, atau kelompok diskusi.
- Pendorong Perubahan Pola Pikir: Membantu mengubah
pola pikir masyarakat dari yang pasif menjadi masyarakat yang aktif,
mandiri, dan melek pendidikan.
- Kemitraan: PKBM sering bekerja sama dengan lembaga
pemerintah (Dinas Pendidikan), swasta, dan tokoh masyarakat untuk
menyelenggarakan program yang relevan dan berkelanjutan.
PKBM berperan sebagai pilar
pendidikan nonformal yang inklusif, memastikan bahwa pendidikan benar-benar
untuk semua, sekaligus menjadi katalisator bagi pemberdayaan sosial dan ekonomi
di tingkat akar rumput.
.png)
No comments:
Post a Comment