Friday, October 17, 2025

Jurnalis Kampus Menyuarakan Kebebasan Pers


(Curup, Oktober 2025) Menghadiri kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Parrhesia IAIN Curup kegiatan dilaksanakan selama 3 Hari Jum'at - Minggu 17 - 19 Oktober 2025 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa PKM IAIN Curup.

Pelatihan jurnalistik tingkat dasar sangat penting diikuti oleh mahasiswa untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang menulis berita yang baik dan benar seputar informasi yang ada di kampus IAIN Curup. 

Menjadi mahasiswa jurnalis kampus harus mengetahui banyak hal tentang jurnalistik diantaranya adalah etika dalam jurnalistik tata cara menulis berita yang baik dan benar editing berita sampai dengan mempublikasikan berita. 

Berita yang dipublikasikan harus selalu terkini atau update dengan peristiwa yang terjadi sehingga masyarakat kampus sebagai pembaca memiliki rasa ingin tahu tentang apa saja kegiatan yang dilakukan di kampus Dan ini juga sebagai media menyampaikan kegiatan-kegiatan untuk promosi kampus di masyarakat secara umum. 

Menjadi jurnalis kampus juga harus istiqomah atau konsisten dalam menulis berita di mana menyuarakan tentang kebebasan pers di mana tidak memiliki kepentingan secara pribadi apalagi dikaitkan dengan materi jurnalis kampus harus berpegang teguh kepada prinsip kebenaran prinsip kebebasan pers dan prinsip keadilan pers. 

Selama mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik tentunya tidak hanya secara teori penyampaian materi dari narasumber tetapi harus ada tindak lanjut di mana peserta sudah mulai dilatih membuat berita secara sederhana dengan menerapkan 5W + 1H. 

Kampus yang besar tentu karena jurnalis kampusnya yang hebat dan inilah harapan kami sebagai pembina lembaga pers mahasiswa di mana teman-teman jurnalis kampus harus mampu membuat berita secara Istiqomah konsisten sehingga bisa menarik perhatian masyarakat dan bisa meningkatkan mutu kampus dari aspek hubungan Masyarakat.

Dalam konteks jurnalis kampus menyuarakan kebebasan pers tentu pada prinsip etika di mana jurnalis kampus harus mengedepankan etika dalam membuat berita melihat kebenaran berita melihat prinsip keadilan serta memberikan pengaruh yang positif untuk perubahan yang lebih baik. 

Selamat dan sukses kami sampaikan kepada lembaga pers Mahasiswa IAIN Curup yang melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar semoga lahir jurnalis kampus yang konsisten menyuarakan kebebasan pers dengan prinsip keadilan dan kebenaran. (Sumarto)


PKBM LITERASI QUR'ANI SEKOLAH PAKET A (SD), PAKET B (SMP), PAKET C (SMA)


Selamat datang di PKBM Literasi Qur'ani Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.  PKBM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan nonformal dan pendidikan sepanjang hayat.

Berikut adalah peran-peran utama dan fungsi PKBM:

1. Menjembatani Kesenjangan Pendidikan (Aksesibilitas)

Ini adalah peran utama PKBM, yaitu memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak pendidikannya:

  • Pendidikan Kesetaraan: Menyelenggarakan program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi mereka yang putus sekolah, terkendala usia, atau tidak dapat mengikuti jalur formal karena faktor ekonomi atau geografis.
  • Mengurangi Angka Putus Sekolah: Memberikan alternatif bagi anak-anak dan remaja yang harus bekerja atau memiliki kondisi khusus, sehingga mereka tetap bisa memperoleh ijazah resmi.
  • Memberantas Buta Aksara: Melalui program keaksaraan fungsional, PKBM berperan aktif dalam mengurangi angka buta aksara di kalangan masyarakat dewasa.

2. Wadah Pendidikan Sepanjang Hayat (Life-Long Learning)

PKBM menjadi sentra bagi masyarakat untuk terus belajar tanpa dibatasi usia atau waktu:

  • Fleksibilitas Waktu: PKBM menawarkan jadwal belajar yang lebih fleksibel (andragogy), sehingga memungkinkan orang dewasa, pekerja, atau ibu rumah tangga untuk tetap belajar sambil menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Pusat Informasi dan Pertukaran Pengetahuan: PKBM berfungsi sebagai "bank informasi" dan tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

3. Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Hidup

PKBM tidak hanya fokus pada ijazah, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis dan kemandirian:

  • Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill): Menyediakan kursus dan pelatihan keterampilan kerja (seperti menjahit, komputer, tata boga, otomotif, kewirausahaan) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
  • Kemandirian Ekonomi: Program-program ini diarahkan agar warga belajar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan, sehingga secara langsung meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan.
  • Pengembangan Karakter: Melalui kegiatan belajar, PKBM juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kemandirian, dan kedisiplinan.

4. Pusat Inovasi dan Pengembangan Komunitas

PKBM seringkali menjadi motor penggerak kegiatan positif di tingkat komunitas:

  • Pusat Kegiatan Lokal: Menjadi tempat pertemuan dan pelaksanaan kegiatan yang digagas oleh masyarakat, seperti pelatihan UMKM, kegiatan kebudayaan, atau kelompok diskusi.
  • Pendorong Perubahan Pola Pikir: Membantu mengubah pola pikir masyarakat dari yang pasif menjadi masyarakat yang aktif, mandiri, dan melek pendidikan.
  • Kemitraan: PKBM sering bekerja sama dengan lembaga pemerintah (Dinas Pendidikan), swasta, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan program yang relevan dan berkelanjutan.

PKBM berperan sebagai pilar pendidikan nonformal yang inklusif, memastikan bahwa pendidikan benar-benar untuk semua, sekaligus menjadi katalisator bagi pemberdayaan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

 


MEDIA LITERASI KITA INDONESIA

 


Media Literasi Kita Indonesia :

RA Tunas Literasi Qur'ani  

SD Literasi Qur'ani  

PKBM Literasi Qur'ani  

Penerbit Buku Literasiologi  

MDTA Literasi Qur'ani  

SPS Literasi Qur'ani

Literasi Kita Indonesia

Media sosial sangat penting bagi sekolah dan lembaga pendidikan di era digital saat ini, karena berfungsi sebagai alat komunikasi, pemasaran, dan bahkan media pembelajaran.

Berikut adalah beberapa aspek pentingnya media sosial bagi sekolah:

1. Saluran Komunikasi Cepat dan Efektif

Media sosial memungkinkan sekolah untuk terhubung dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) secara langsung dan real-time:

  1. Pengumuman Cepat: Menyebarkan informasi penting seperti jadwal ujian, libur mendadak, atau kegiatan sekolah dalam hitungan detik.
  2. Keterlibatan Orang Tua: Meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan akademik dan non-akademik anak mereka. Orang tua dapat melihat langsung kegiatan belajar-mengajar dan prestasi sekolah.
  3. Diskusi & Tanya Jawab: Menyediakan platform informal bagi siswa dan orang tua untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan klarifikasi dari guru atau administrasi sekolah.

2. Alat Branding dan Promosi Sekolah

Di tengah persaingan antarlembaga pendidikan, media sosial adalah kunci untuk membentuk citra dan menarik calon siswa baru:

  1. Membangun Citra Positif: Sekolah dapat menampilkan cerita sukses, prestasi siswa, inovasi pembelajaran, dan keunikan budaya sekolah (misalnya, nilai-nilai keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler unggulan) secara visual dan menarik.
  2. Transparansi: Menunjukkan kegiatan dan suasana sekolah secara terbuka, yang dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan calon orang tua.
  3. Menjangkau Audiens Lebih Luas: Media sosial memungkinkan promosi sekolah menjangkau wilayah geografis yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitar.

3. Media Pembelajaran dan Kolaborasi

Media sosial dapat diintegrasikan sebagai bagian dari proses belajar-mengajar:

  1. Berbagi Sumber Belajar: Guru dapat berbagi materi tambahan, video edukatif, infografis, atau artikel terkait pelajaran yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah diakses.
  2. Kolaborasi Antar Siswa: Siswa dapat membentuk grup belajar online untuk berdiskusi, bertukar ide, dan mengerjakan proyek kelompok di luar jam sekolah.
  3. Pengembangan Kreativitas: Platform seperti Instagram atau YouTube dapat digunakan siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui tugas-tugas berbasis multimedia (misalnya, membuat video presentasi atau desain grafis).

4. Pengembangan Profesional Guru

Media sosial menjadi ruang bagi para pendidik untuk:

  1. Berjejaring: Terhubung dengan guru-guru lain di seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, strategi pengajaran, dan praktik terbaik (best practice).
  2. Pembelajaran Berkelanjutan: Mengikuti perkembangan tren dan teknologi pendidikan terbaru melalui komunitas atau pakar pendidikan yang aktif di media sosial.

 


LIBRARY TEAM YAYASAN LITERASI KITA INDONESIA

 


Library Team Yayasan Literasi Kita Indonesia Perpustakaan RA Tunas Literasi Qur'ani, SD Literasi Qur'ani, TBM Tasik Malaya Curup Utara Dan Komunitas Lterasi Kita Indonesia. Perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam ekosistem pendidikan, jauh melampaui sekadar tempat penyimpanan buku. Ia berfungsi sebagai jantungnya pembelajaran dan pusat sumber belajar yang menunjang seluruh kegiatan di sekolah.

Berikut adalah beberapa poin utama mengenai pentingnya perpustakaan sekolah:

1. Fungsi Edukatif dan Pusat Sumber Belajar

  1. Menunjang Kurikulum: Perpustakaan menyediakan beragam bahan pustaka (buku, jurnal, media digital) yang relevan dan sesuai dengan kurikulum, sehingga memperkaya materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas.
  2. Mendorong Belajar Mandiri: Perpustakaan melatih siswa untuk mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi secara mandiri (self-learning). Ini sangat penting untuk membentuk pembelajar sepanjang hayat.
  3. Memperkaya Pengalaman Belajar: Siswa dapat mendalami topik di luar buku teks wajib, memperluas wawasan, dan menghubungkan konsep-konsep yang berbeda.
  4. Membantu Penyelesaian Tugas: Menyediakan sumber referensi yang dibutuhkan siswa dan guru untuk penelitian, pembuatan makalah, atau tugas sekolah.

2. Peningkatan Literasi dan Minat Baca

  1. Menumbuhkan Minat Baca: Perpustakaan adalah sarana utama untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca, yang merupakan kunci bagi semua ilmu pengetahuan.
  2. Mengembangkan Keterampilan Membaca: Dengan sering membaca, siswa dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca dan meningkatkan pemahaman isi bacaan.
  3. Literasi Informasi: Perpustakaan melatih siswa untuk memiliki keterampilan dalam menelusuri, menemukan, dan menggunakan informasi yang valid dan terpercaya di tengah banjir informasi (literasi digital dan informasi).
  4. Penguasaan Kosakata: Keterpaparan terhadap berbagai jenis bacaan secara otomatis akan memperkaya kosakata dan meningkatkan kecakapan berbahasa siswa.

3. Pengembangan Karakter dan Keterampilan Hidup

  1. Membentuk Kemandirian: Melalui kegiatan penelusuran informasi, siswa belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.
  2. Mendorong Rasa Ingin Tahu dan Berpikir Kritis: Koleksi yang beragam memicu rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka untuk berpikir secara analitis dan kritis terhadap informasi yang diterima.
  3. Fungsi Rekreatif dan Kultural: Perpustakaan menyediakan bahan bacaan rekreatif (novel, majalah) yang dapat digunakan siswa untuk mengisi waktu luang secara positif, sekaligus melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya melalui koleksi lokal.

4. Mendukung Guru dan Tenaga Kependidikan

  1. Sumber Pengajaran: Perpustakaan menyediakan bahan rujukan dan informasi terkini bagi guru untuk menyusun, mengembangkan, dan memperkaya materi pengajaran mereka.
  2. Media Pengembangan Profesional: Guru dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru melalui koleksi profesional di perpustakaan.

 


VISITASI AKREDITASI PKBM LITERASI QUR'ANI


Selamat Datang TIM ASESOR BAN PDM di PKBM Literasi Qur'ani Ibu Dian Eka Gustini, M.Pd dan Ibu G Jeni Christi A, M.Si kegiatan VISITASI AKREDITASI pada Tanggal 21 - 23 Oktober 2025. Semoga Berjalan dengan lancar dan hasil maksimal.

Proses visitasi akreditasi PKBM mengikuti prosedur standar yang ditetapkan oleh BAN-PDM:

1. Pra-Visitasi (Koordinasi)

  1. Penetapan Sasaran: PKBM ditetapkan sebagai sasaran visitasi melalui Surat Keputusan (SK) BAN-PDM atau Surat Tugas dari BAN-PDM Provinsi.
  2. Koordinasi Asesor: Asesor yang ditugaskan akan menghubungi PKBM untuk mengkoordinasikan jadwal visitasi, dokumen yang perlu disiapkan, dan memastikan kesiapan lembaga.
  3. Telaah Dokumen: Asesor melakukan pra-visitasi dengan mempelajari dan menelaah dokumen, data, dan deskripsi kinerja PKBM yang telah diunggah di Sispena untuk membuat catatan awal.

2. Pelaksanaan Visitasi (di Lokasi PKBM)

Kegiatan inti visitasi di PKBM mencakup beberapa rangkaian:

  1. Perkenalan/Temu Awal: Pertemuan singkat antara Asesor dengan pimpinan dan tim PKBM. (Catatan: BAN-PDM menekankan tidak perlu ada penyambutan khusus atau seremonial berlebihan).
  2. Presentasi Kinerja: Pimpinan PKBM menyampaikan presentasi mengenai kinerja lembaga sesuai dengan area yang diukur dalam instrumen akreditasi (berbasis 8 Standar Nasional Pendidikan atau instrumen terbaru yang berlaku, seperti yang berfokus pada kinerja).
  3. Diskusi dan Wawancara: Asesor melakukan wawancara mendalam dengan:

1)      Pengelola/Ketua PKBM.

2)      Pendidik (Tutor).

3)      Tenaga Kependidikan/Staf.

4)      Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan/atau C).

5)      Perwakilan Komite Pembelajaran/Orang Tua.

  1. Observasi Lingkungan Belajar: Asesor mengamati secara langsung proses pembelajaran (di kelas atau di luar kelas) dan melihat kondisi sarana prasarana, termasuk:

1)      Ruang belajar/kelas.

2)      Ruang kantor/administrasi.

3)      Sarana pendukung (perpustakaan, fasilitas penunjang, dll.).

  1. Verifikasi Dokumen Fisik: Asesor mencocokkan bukti-bukti berupa dokumen, rekaman proses pembelajaran, dan hasil kerja peserta didik dengan data yang diunggah di Sispena (prinsipnya: apa yang tertulis di Sispena harus terbukti di lapangan).

3. Pasca-Visitasi

  1. Penandatanganan Berita Acara: Asesor dan Ketua PKBM menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Visitasi sebagai bukti kegiatan telah selesai dilakukan.
  2. Pengisian Kartu Kendali: Asesor mengisi dan menyerahkan hasil temuan di Sispena.
  3. Pelaporan: Asesor melaporkan hasil visitasi ke BAN-PDM Provinsi melalui Sispena.
  4. Validasi dan Penetapan: Hasil visitasi kemudian divalidasi dan diverifikasi di tingkat provinsi, sebelum akhirnya ditetapkan status akreditasinya oleh BAN-PDM.

Dokumen Penting yang Perlu Disiapkan :

Untuk kelancaran visitasi, PKBM wajib memastikan ketersediaan data dan bukti pendukung yang selaras dengan Instrumen Akreditasi, yang umumnya bersumber dari:

  1. Dokumen Perizinan dan Legalitas Lembaga.
  2. Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) atau EMIS (untuk pesantren).
  3. Instrumen Akreditasi yang sudah diisi di Sispena.
  4. Dokumen 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) (atau bukti kinerja sesuai instrumen terbaru):

a.       Kurikulum operasional dan perangkat ajar (RPP, Modul).

b.       Bukti kualifikasi dan kompetensi pendidik (ijazah, sertifikat, dll.).

c.       Dokumen penilaian hasil belajar peserta didik.

d.       Laporan keuangan dan bukti pembiayaan.

e.       Dokumen pengelolaan dan tata tertib.

  1. Hasil Kinerja Peserta Didik (portofolio, karya, hasil ujian, dan lain – lain)

 


KINERJA PKBM LITERASI QUR'ANI

 


Penyampaian Kinerja PKBM Literasi Qur'ani NPSN P9999317 dalam kegiatan Visitasi Akreditasi PKBM Literasi Qur'ani Kabupaten Rejang Lebong Pada Tanggal 21 - 23 Oktober 2025. Informasi seputar Akreditasi penyelenggara Pendidikan Kesetaraan :

Akreditasi penyelenggara Pendidikan Kesetaraan di Indonesia dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (disebut juga BAN PAUD dan PNF atau sekarang melebur menjadi BAN-PDM). Akreditasi ini bertujuan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan kesetaraan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), atau Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. 

Status dan Masa Berlaku Status Akreditasi yang diberikan terdiri atas Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi. Satuan pendidikan yang terakreditasi akan memperoleh peringkat akreditasi (misalnya A, B, atau C, meskipun instrumen terbaru mungkin menggunakan deskripsi status yang berbeda). Masa berlaku akreditasi umumnya adalah 5 tahun.

 


SELAMAT HARI SANTRI 2025


 

Kami dari Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengucapkan SELAMAT HARI SANTRI TAHUN 2025 "MENGAWAL INDONESIA MERDEKA MENUJU PERADABAN DUNIA"

Sejarah penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki latar belakang sejarah yang kuat, berakar pada perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut adalah poin-poin utama sejarahnya:

1. Latar Belakang: Ancaman Pasca-Kemerdekaan (1945)

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda (dengan nama NICA) datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Kedatangan ini bertujuan untuk merebut kembali kekuasaan, yang memicu gejolak dan perlawanan rakyat.

Di Surabaya, situasi memanas. Para pemimpin bangsa saat itu, termasuk Presiden Soekarno, membutuhkan dorongan moral dan fatwa keagamaan untuk mengobarkan semangat jihad rakyat dalam membela negara yang baru merdeka.

2. Peristiwa Kunci: Resolusi Jihad (22 Oktober 1945)

Atas permintaan lisan dari Presiden Soekarno, para ulama di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan rapat besar di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945, pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, mengeluarkan fatwa yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Inti dari Resolusi Jihad tersebut adalah:

  1. Kewajiban Membela Negara: Mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia Merdeka (NKRI) menurut hukum agama Islam adalah kewajiban bagi setiap orang Islam.
  2. Perang Suci (Jihad Sabilillah): Perjuangan melawan penjajah yang berusaha kembali di Indonesia (NICA) dianggap sebagai perang suci (jihad fii sabilillah).
  3. Ancaman Kafir: Siapa pun yang mati dalam pertempuran melawan penjajah hukumnya adalah syahid, dan bagi yang memecah belah persatuan adalah haram.

3. Dampak Resolusi Jihad

Resolusi Jihad ini memiliki dampak yang luar biasa, terutama di Jawa dan Madura. Seruan ini membakar semangat juang para santri, ulama, dan rakyat.

Puncaknya, Resolusi Jihad ini menjadi pemicu utama meletusnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebuah pertempuran heroik yang melibatkan ribuan rakyat, laskar santri, dan pejuang, dan kini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

4. Penetapan Hari Santri Nasional

Gagasan untuk menetapkan Hari Santri sebagai penghargaan atas kontribusi santri dalam sejarah kemerdekaan telah lama diinisiasi oleh kalangan pesantren.

Akhirnya, untuk mengenang dan meneladani peran besar santri dan ulama dalam mempertahankan NKRI, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan:

  1. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015
  2. Menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Penetapan ini bertujuan agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, senantiasa mengingat, meneladani, dan melanjutkan peran santri sebagai pejuang sekaligus penjaga moral bangsa.

 


Wednesday, October 8, 2025

SEKOLAH DI SD LITERASI QUR'ANI WUJUDKAN GENERASI LITERASI QUR'ANI

 


Berdirinya SD Literasi Qur’ani Rejang Lebong Bengkulu dari Yayasan Literasi Kita Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam mengembangkan dan memajukan Pendidikan bagi Masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong dengan Biaya Terjangkau dan Memiliki Mutu yang Baik sesuai dengan Standar dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BAN-SM. Menghadirkan Sekolah Dasar yang memiliki Visi Membentuk Generasi Rahmatan Lil’alamiin dengan Tata Nilai yaitu Generasi yang memiliki Karakter Kepribadian Berkeadaban (ta’addub), Keteladanan (qudwah), Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), Mengambil jalan tengah (tawassuṭ) dan Berimbang (tawāzun). Terletak di Desa Tasik Malaya Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong CP. 0821-3694-9568

VISI :

Menjadi Lembaga Pendidikan yang Membentuk Generasi Rahmatan Lil’alamiin

MISI :

  1. Membudayakan Proses Pembelajaran Berbasis Literasi Qur’ani
  2. Mewujudkan Generasi yang Taat Beribadah dan Berakhlakul Karimah
  3. Membudayakan Sikap Dermawan dan Peduli Terhadap Sesama
  4. Membentuk Generasi yang Memiliki Sikap Creative, Connected dan Confident
  5. Membudayakan Generasi yang menguasai Ilmu Teknologi dan Sains


Yayasan Literasi Kita Indonesia Berkunjung ke Taman Didikan Kanak - Kanak TADIKA ISLAM MASJID AR-RAUDHAH MALAYSIA

 


Kami dari Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu (RA Tunas Literasi Qur’ani) berkunjung ke TADIKA ISLAM Masjid Ar-Raudhah Negeri Kedah Malaysia. Tadika Malaysia (singkatan daripada Taman Didikan Kanak-Kanak) adalah institusi pendidikan awal kanak-kanak di Malaysia yang berperanan sebagai persediaan formal bagi kanak-kanak sebelum melangkah ke alam persekolahan di peringkat sekolah rendah. 

Berikut adalah penjelasan terperinci mengenai Tadika di Malaysia:

1. Definisi dan Kelompok Usia

  • Definisi: Tadika adalah premis yang menerima masuk kanak-kanak berumur antara 4 hingga 6 tahun untuk tujuan pendidikan. Ia berbeza daripada Taska (Taman Asuhan Kanak-Kanak), yang mengasuh kanak-kanak sejak bayi hingga 4 tahun.
  • Peranan Utama: Menyediakan pendedahan awal dan pengalaman pembelajaran yang akan membantu kanak-kanak menyesuaikan diri dengan persekitaran sekolah, berdikari, dan menguasai kemahiran asas.

2. Matlamat dan Objektif Utama

Matlamat pendidikan Tadika adalah untuk menyuburkan potensi kanak-kanak secara menyeluruh, seimbang, dan bersepadu dari aspek intelek, rohani, emosi, dan jasmani, selaras dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan.

Objektif Tadika, terutamanya melalui Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK), termasuk:

  • Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan berkesan (literasi).
  • Menguasai kemahiran asas membaca, menulis, dan mengira (numerasi).
  • Mengamalkan nilai-nilai Islam (bagi murid Muslim) dan nilai-nilai murni masyarakat Malaysia (moral).
  • Memperkembangkan konsep kendiri yang positif dan keyakinan diri.
  • Mengaplikasikan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif serta kemahiran menyelesaikan masalah.
  • Mempraktikkan amalan kesihatan dan menjaga keselamatan diri.

3. Kurikulum Piawaian: KSPK

Semua Tadika, sama ada kerajaan atau swasta, diwajibkan menggunakan kurikulum standard yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM):

  • Nama Kurikulum: Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK).
  • Fokus KSPK: KSPK memastikan perkembangan holistik kanak-kanak melalui pendekatan yang berstruktur, seringkali menggunakan konsep "Belajar Melalui Bermain" (Learning Through Play).
  • Komponen Pembelajaran: Kurikulum ini merangkumi Tunjang-tunjang utama seperti:

·       Tunjang Komunikasi (Bahasa Melayu, Bahasa Inggeris, dan pilihan bahasa lain).

·       Tunjang Kerohanian, Sikap, dan Nilai (Pendidikan Islam atau Moral).

·       Tunjang Perkembangan Fizikal dan Estetika.

·       Tunjang Keterampilan Diri (Sosioemosi).

·       Tunjang Sains dan Teknologi (Awal Sains dan Awal Matematik).

·       Tunjang Kemanusiaan.


4. Jenis-Jenis Tadika di Malaysia

Perkhidmatan Tadika dikendalikan oleh pelbagai agensi kerajaan dan swasta, dan secara umum terbahagi kepada:

Jenis Tadika

Pengendali Utama

Sasaran/Lokasi

Prasekolah KPM

Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM)

Ditempatkan di sekolah-sekolah rendah kerajaan.

Tabika KEMAS

Jabatan Kemajuan Masyarakat (KEMAS)

Menyasarkan keluarga di luar bandar dan berpendapatan rendah.

Tabika Perpaduan

Jabatan Perpaduan Negara dan Integrasi Nasional

Bertujuan memupuk perpaduan dan nilai-nilai hidup bermasyarakat.

Tadika Swasta

Pihak swasta/Persendirian

Beroperasi di kawasan perumahan atau premis komersial; menawarkan kurikulum yang mematuhi KSPK dan seringkali kurikulum tambah nilai (misalnya, program tiga bahasa, kelas keagamaan).

Tadika Islam/MAIWP

Majlis Agama Islam Negeri (contoh: MAIWP)

Melaksanakan KSPK bersama kurikulum tambah nilai seperti pengajian Al-Qur'an dan Jawi.


5. Kawal Selia

Tadika di Malaysia dikawal selia oleh beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah, dan Jabatan Perpaduan Negara, bagi memastikan kualiti kurikulum, kelayakan guru (biasanya lulusan Diploma/Ijazah Pendidikan Awal Kanak-Kanak), dan standard keselamatan dipatuhi.

 


TAFSIR BERSEPADU JUZUK AMMA

 


TAFSIR BERSEPADU
JUZUK AMMA
Sesi Presentasi Internasional Seminar
Kolej Islam Darul Ulum KIDU Malaysia diantaranya Penyampaian Tafsir Bersepadu Juzuk Amma oleh Pimpinan KIDU Malaysia Zawawi HJ. Ahmad .

Berita Gegaran Paling Dahsyat dari Zawawi HJ. Ahmad

 


Sesi Internasional Seminar
Penyampaian Materi : Berita Gegaran Paling Dahsyat dari Zawawi HJ. Ahmad Kolej Islam Darul Ulum KIDU Negeri Kedah Malaysia.
"Siapa saja yang melakukan Kebaikan dia mendapat pahala siapa saja melakukan kejahatan maka dia hanya di balas sekedar kejahatan yang dilakukannya sahaja. Mereka sama sekali tidak akan dizalimi." Surah al-An'am: 60.

SD LITERASI QUR'ANI


 "Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak kami peserta didik SD literasi Qurani yang memperoleh prestasi dalam kategori akademik terbaik literasi terbaik menghafal terbaik serta peserta didik teladan."

"Kemudian kita juga memberikan apresiasi kepada anak-anak kita yang mendapatkan juara pada kegiatan lomba pertandingan silat Kapolda cup Provinsi Bengkulu tahun 2025 semoga berkah dan kita sama-sama mendukung dan mendoakan SD kita menjadi SD yang baik dan bermutu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara Amin ya Allah ya robbal alamin."

Pembelajaran dengan Pendekatan Interaktif (Catatan Perkuliahan)

 


Kita melaksanakan perkuliahan di pascasarjana IAIN Curup program studi pendidikan agama Islam tentang inovasi pembelajaran dalam diskusi mahasiswa menyampaikan hasil mini riset yang dilakukan khususnya di sekolah tempat mereka mengajar banyak temuan kita lihat diantara nya adalah peran penting guru sebagai educator dan fasilitator dalam menyediakan media pembelajaran dan sumber belajar bagi peserta didik. 

Pembelajaran yang dikemas dengan baik adanya sentuhan kreativitas sangat penting dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik lebih menarik dan tertarik serta memberikan semangat dalam proses pembelajaran tentunya tidak hanya pendidik atau guru Kita juga harus memberikan ruang kepada peserta didik dalam membuat media pembelajaran dari materi pelajaran yang sudah disampaikan dan ternyata peserta didik juga kreatif peserta didik antusias sehingga proses pembelajaran lebih interaktif dinamis dan menyenangkan.



Kuliah Sistem Informasi Manajemen (Catatan Perkuliahan)

 


Kita dalam perkuliahan Manajemen Pendidikan Islam mata kuliah sistem informasi manajemen kita mencoba mendiskusikan mempresentasikan sistem informasi yang digunakan oleh guru tenaga kependidikan kepegawaian sebagai bentuk pengetahuan dan pengalaman agar menjadi user yang baik dan benar. 

Diantaranya adalah penggunaan aplikasi dari platform merdeka belajar yang sudah disiapkan oleh Kementerian pendidikan dasar dan menengah Bagaimana guru bisa mengikuti pelatihan secara online gratis mendapatkan sertifikat kegiatan yang akuntabel terbuka guru juga bisa mendapatkan materi-materi pembelajaran baik dalam berbentuk audio visual audio visual dan PowerPoint tentunya yang dikemas dengan kreatif. 

Aplikasi digital seperti platform merdeka mengajar atau ruang GTK tentunya berorientasi pada kemandirian guru dalam belajar memberikan inspirasi motivasi bagi guru dalam belajar sehingga meningkatnya profesional guru dan kinerja guru meningkat proses pembelajaran yang menarik proses pembelajaran yang kreatif dan proses pembelajaran yang menyenangkan. 

Begitu juga dengan beberapa aplikasi lain yang sudah dibuat oleh pemerintah diantaranya adalah aplikasi persuratan dokumentasi persuratan template persuratan pada aplikasi Srikandi yang mana setiap instansi pemerintah menggunakan aplikasi Srikandi lebih akuntabel mudah dan tersimpan dengan baik dan bahkan template suratnya juga sudah disediakan sehingga mempermudah dalam sistem birokrasi yang terbuka. 

Kemudian aplikasi My ASN yang digunakan untuk ASN dalam mempersiapkan perencanaan proses pelaksanaan perencanaan sampai dengan pelaporan penilaian antara atasan dan bawahan lebih akuntabel setiap kegiatan pekerjaan dicatat dengan rapi dan dokumentasinya tersimpan dalam aplikasi dengan baik dan benar seperti yang dilakukan oleh ASN ketika kenaikan pangkat tentunya harus berdasarkan pelaporan e-kinerja sehingga memang lebih akuntabel baik dan terbuka.

Majelis Taklim Literasi Qur'ani Kabupaten Rejang Lebong

 


Majelis Taklim Literasi Qur'ani memiliki fungsi Pemberdayaan dan Pembangunan Umat Majelis Taklim tidak hanya membahas akhirat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup duniawi. Pemberdayaan Masyarakat: Melalui program-programnya, Majelis Taklim terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kesejahteraan sosial. Pemberdayaan Ekonomi Uma Majelis Taklim dapat memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi jamaah, misalnya melalui pelatihan kewirausahaan, bantuan modal, atau usaha bersama. 

Kontribusi Pembangunan Bangsa Secara tidak langsung, dengan mencerdaskan umat, membentuk karakter yang baik, dan meningkatkan kesejahteraan, Majelis Taklim turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendukung pembangunan nasional. Singkatnya, Majelis Taklim adalah pusat belajar seumur hidup yang fleksibel dan berbasis masyarakat, menjadikan ia lembaga yang paling dekat dan paling dibutuhkan untuk membina hubungan yang harmonis antara manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya serta lingkungannya.


Izin Operasional Majelis Taklim Literasi Qur'ani (Yayasan Literasi Kita Indonesia)

 


Izin Operasional Majelis Taklim Literasi Qur'ani (Yayasan Literasi Kita Indonesia). Alhamdulillah izin operasional Majelis Taklim Literasi Qur'ani (Yayasan Literasi Kita Indonesia) sudah terbit dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong. Peran penting dan strategis Majelis Taklim dalam memberikan pengetahuan Agama yang baik dan benar, menanamkan budaya relegius bagi masyarakat.

Majelis Taklim memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam lingkungan masyarakat, berfungsi sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial. Kehadirannya tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan moral. Pilar Pendidikan dan Pemahaman Agama. Majelis Taklim berfungsi utama sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal yang memberikan manfaat bagi semua kalangan, terutama bagi mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan agama formal. 

Meningkatkan Pengetahuan Agama: Menyediakan wadah untuk belajar, memperdalam, dan memahami ajaran-ajaran Islam (Al-Qur'an dan As-Sunnah) dari para ustadz/kyai. Pembinaan Akhlak dan Etika: Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan prinsip-prinsip Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, membantu mencegah penyakit sosial di masyarakat. Pencerahan dan Konsultasi: Menjadi tempat umat untuk bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan bimbingan serta solusi atas masalah agama atau kehidupan sesuai panduan Islam. Penguatan Kehidupan Beragama: Membina dan mengembangkan kesadaran beragama, amal ibadah, dan spiritualitas jamaah agar menjadi masyarakat yang bertakwa.

Penguat Hubungan Sosial dan Komunitas. Lebih dari sekadar tempat belajar, Majelis Taklim adalah pusat interaksi sosial yang memperkuat struktur komunitas. Mempererat Silaturahmi (Ukhuwah Islamiah): Majelis Taklim menjadi ajang berkumpul rutin yang sangat efektif untuk memperkuat tali persaudaraan antar sesama jamaah dan warga lingkungan terdekat. Membangun Kebersamaan dan Kepedulian: Melalui pertemuan dan inisiatif sosial, rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama (tolong menolong) dapat tumbuh dan berkembang. Wadah Dialog: Berperan sebagai sarana dialog yang berkesinambungan antara ulama, tokoh masyarakat, dan umat. Penguatan Keluarga: Dapat menjadi wahana edukasi untuk menegakkan keluarga yang sakinah, mawadah, Warahmah (tenang, penuh cinta, dan rahmat) melalui kajian tentang keluarga dan mendidik anak.

Media Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat. Majelis Taklim juga memiliki peran yang lebih luas dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi, serta mendukung pembangunan. Pemberdayaan Masyarakat: Melalui berbagai program, Majelis Taklim dapat menjadi motor penggerak untuk membangun kemandirian masyarakat, termasuk melalui pelatihan keterampilan. 

Pemberdayaan Ekonomi Umat: Memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi, seperti inisiatif program pelatihan atau usaha bersama yang melibatkan jamaah. Pengkaderan Umat Berfungsi sebagai tempat pengkaderan untuk menghasilkan pengurus, dai/daiah, dan kader umat yang siap melanjutkan syiar Islam dan berkontribusi di masyarakat. Kontrol Sosial dan Pembangunan Bangsa: Majelis Taklim dapat menjadi media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa, serta berperan sebagai kontrol sosial agar masyarakat hidup sesuai dengan nilai-nilai luhur agama.


Strategi Marketing dan Problematika Pendidikan pada Generasi Z (Catatan Perkuliahan)

 


Strategi Marketing dan Problematika Pendidikan pada Generasi Z (Catatan Perkuliahan). Melanjutkan perkuliahan di pascasarjana IAIN Curup mata kuliah manajemen problematika pendidikan Islam pembahasan tentang strategi marketing yang harus dilakukan kemudian Bagaimana problematika yang dihadapi pada generasi z. 

Strategi Marketing tentu sangat penting bagi lembaga pendidikan Islam terutama untuk meningkatkan mutu serta kepercayaan publik kepada lembaga ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam strategi Marketing diantaranya adalah menjaga mutu dalam proses pendidikan mulai dari sistem penerimaan peserta didik proses pembelajaran di kelas hingga kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan. 

Analisis SWOT bisa menjadi alternatif untuk melihat sejauh mana keberhasilan dari lembaga pendidikan dengan menganalisis kekuatan kelemahan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tentunya hasil dari analisis ini bisa menjadi kekuatan untuk tetap menunjukkan eksistensi dari lembaga pendidikan. 

Begitu juga dengan problem yang dihadapi oleh generasi z tentunya bisa dilihat dari kacamata positif atau negatif seperti hal yang negatif generasi z berpikiran instan bertindak instan tentunya tidak seperti itu juga tetapi ada yang melakukannya tentunya berpikir dan bertindak secara instan tidak tepat karena semua butuh proses makanya dalam proses pendidikan bagi generasi z perlu aspek keteladanan dari seorang pendidik.

Tuesday, October 7, 2025

AUDIT MUTU INTERNAL IAIN CURUP (Catatan Kegiatan Auditor)

 


(Curup, 7 Oktober 2025) Mengikuti kegiatan Penyampaian Hasil Audit Mutu Internal AMI dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) IAIN Curup Tahun 2025, dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Kabiro dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu LPM.

Tujuan AMI untuk peningkatan akreditasi Perguruan Tinggi dan Program studi, sebagai bentuk refleksi keadaan mutu, bentuk usaha yang dilakukan untuk perbaikan dan peningkatan mutu sehingga bisa meningkatkan kepercayaan publik kepada perguruan tinggi.

Kegiatan AMI sudah dilaksanakan sebelumnya yaitu di Program Studi dan Unit yang ada di IAIN Curup. Saya sebagai Asesor melihat kegiatan AMI sangat penting dilaksanakan untuk mengevaluasi, melihat kesiapan UPPS dan Laboratorium dalam kegiatan Akreditasi. Instrumen yang digunakan adalah dari Lamdik, BAN PT dan Lamemba. Harapannya IAIN Curup selalu tetap menjaga mutu, proses peningkatan dan dilaksanakannya kegiatan AMI secara keberlanjutan. (Sum)



Saturday, October 4, 2025

Peran Yayasan dalam Memajukan Pendidikan Masyarakat (Yayasan Literasi Kita Indonesia)

 Peran Yayasan dalam Memajukan Pendidikan Masyarakat (Yayasan Literasi Kita Indonesia)


Yayasan mengembangkan program pendidikan karakter yang bertujuan untuk membentuk siswa menjadi individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Yayasan menyelenggarakan program pendidikan inklusi untuk memastikan bahwa semua anak, termasuk anak-anak kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Yayasan dapat mengembangkan program pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Yayasan pendidikan dapat menjalin kemitraan dengan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan dan mengembangkan program-program yang relevan. Yayasan dapat menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan dan menciptakan lapangan kerja. Yayasan dapat mengembangkan program-program pengembangan komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.


Yayasan seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya keuangan, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Yayasan harus mematuhi berbagai regulasi yang kompleks, yang dapat menghambat operasional. Kurangnya koordinasi antara yayasan, pemerintah, dan lembaga pendidikan lainnya dapat menyebabkan tumpang tindih program dan in-efisiensi. Yayasan harus menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana dan program mereka. Keberlangsungan Yayasan dari kemampuan manajemen dan keuangan yang harus dapat bertahan dan meningkat.



Peran Akademisi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (Yayasan Literasi Kita Indoensia)

Peran Akademisi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (Yayasan Literasi Kita Indonesia)


Yayasan pendidikan memainkan peran krusial dalam memajukan pendidikan di lingkungan masyarakat dengan mengisi celah yang tidak dapat dijangkau oleh sistem pendidikan formal atau pemerintah.  Salah satu peran utama yayasan adalah memfasilitasi akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung atau berada di daerah terpencil.

Upaya untuk mendirikan sekolah dengan biaya rendah atau bahkan gratis, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Program yang dekat dengan kebutuhan Masyarakat dalam memajukan Pendidikan keluarga dan kewirausahaan, Yayasan sebagai lembaga nirlaba yang berfokus pada pendidikan, memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai hingga pengembangan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Seperti Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong berdiri pada berdasarkan SK. Kementerian Hukum dan HAM No. AHU-0000026.AH.01.04. Tahun 2019 dan Akta Notaris No. 04 Tahun 2018. Yayasan Literasi Kita Indonesia sudah ada sejak Tahun 2018 beralamat di Jalan Pemancar TVRI Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lbeong Provinsi Bengkulu. Pendiri Dr. Sumarto, M.Pd.I dan Dr. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I.

Yayasan mendirikan sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pelatihan lainnya di daerah-daerah yang kekurangan akses pendidikan. Ini sangat penting terutama di daerah terpencil atau kurang mampu, di mana pemerintah mungkin belum mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai. Yayasan pendidikan sering memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi atau siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan keuangan ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh biaya yang tinggi. Program pendidikan formal, yayasan juga dapat menyelenggarakan program pendidikan non-formal seperti kursus keterampilan, pelatihan vokasi, atau program literacy untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.


Yayasan berkontribusi dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan perkembangan zaman. Mereka dapat memasukkan materi-materi yang berkaitan dengan budaya lokal, isu-isu lingkungan, atau keterampilan abad ke-21. Yayasan pendidikan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Pelatihan ini dapat mencakup metode pengajaran yang inovatif, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, atau pengembangan karakter siswa. Yayasan dapat menyediakan buku, alat peraga, atau fasilitas laboratorium yang memadai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Mereka juga dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk menyediakan akses ke sumber belajar digital.