Penyunting :
Dr. Sumarto,
S.Sos.I, M.Pd.I
ISBN : 978-602-61400-7-4
ISBN : 978-602-61400-7-4
Anggota :
Imam Akbar
M. Ikhbal Jaya Putra
Rika Ramadhanty
Rilta Bilarinie
Saripah Ilma
Desain Sampul :
Imam Akbar
Penerbit :
Pustaka Ma'arif Press
Kerja Sama dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Sinopsis Buku :
Jika para pendahulu telah memulai muqadimmah
konvensional, maka kami memulainya atas nama bumi yang terampas, atas nama
kemerdekaan, atas nama kebaikan, atas nama perlawanan, atas nama persamaan dan
keadilan, atas nama persatuan umat, atas nama kemajuan, atas nama kebangkitan
umat, atas nama cinta kemurnian, atas nama mereka yang terbungkam, dan atas
nama kaum muslimin yang tertindas (Hasan Hanafi).
Kebutuhan akan adanya sebuah ideologi (teologi)
yang jelas di tengah pertarungan global antara berbagai ideologi. Dan
pentingnya teologi baru yang bukan hanya bersifat teoritik tetapi sekaligus
juga praktis yang bisa mewujudkan sebuah gerakkan dalam sejarah. Abad modern
adalah peralihan dari kebudayaan teosentris menuju antroposentris. Peralihan
dari peradaban langit ke peradaban bumi, dari metafisika ke fisika, dari
imateri ke materi.
Manusia antroposentris sangat dinamis karena
menganggap hakikat realita transenden yang bersifat intrakosmos dan infersonal
datang kepada manusia dalam bentuk daya sejak manusia lahir. Daya ini berupa
potensi yang menjadikannya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
Manusia yang memilih kebaikan akan memperoleh keuntungan yang melimpah,
sedangkan manusia yang memilih kejahatan, ia akan memperoleh kerugian melimpah
pula. Buku ini akan membahas tentang cara pandang baru terhadap
antroposentrisme-teologis, bagaimana cara memahami konsep pendidikan yang
relevan dengan pendidikan modern saat ini menurut tokoh-tokoh filsafat ini. Dengan
membaca buku ini diharapkan pembaca akan bisa mengaplikasikan sistem pendidikan dan cara pandang terhadap
ilmu pendidikan agar seimbang dengan konsep pendidikan menurut tokoh-tokoh
filosof dunia.
Sebagaimana pemahaman awal bahwa falsafah
diartikan sebagai anggapan, gagasan serta pendangan hidup. Ibnu Taimiyah
memiliki dasar atau asas yang digunakan sebagai acuan falsafah pendidikan yaitu
ilmu yang bermanfaat bagi asas kehidupan yang cerdas dan unggul. Sementara
mempergunakan ilmu itu dapat menjamin kelangsungan dan kelestarian masyarakat.
Tanpa ilmu masyarakat akan terjerumus kedalam kehidupan yang sesat. Menuntut
ilmu juga merupakan ibadah dan memahaminya secara mendalam merupakan sikap
ketaqwaan kepada Allah SWT dan mengkajinya merupakan jihad, mengajarkannya
kepada orang yang belum tahu merupakan shadaqah dan mendiskusikannya merupakan
tasbih.
Dengan ilmu pengetahuan seseorang dapat
mengenal Allah SWT, beribadah, memuji dan mengesakan-Nya, dan dengan ilmu itu
pula seseorang dapat diangkat derajatnya dan menjadi umat yang kokoh.
Mengajarkan ilmu keapada seseorang merupakan shadaqahnya para nabi. Dengan ilmu
ini Allah SWT.malaikat hingga ikan yang ada dilautan serta burung yang ada
diangkasa memanjatkan shalawat dan mengucapkan salam kepada orang yang mengajarkannya
kepada orang lain. Sementara orang yang tidak mengamalkan ilmu yang dimilikinya
dianggap sebagai orang yang dilaknat oleh Allah SWT.
Selanjutnya, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa ilu
yang bermanfaat yang didasarkan atas asas kehidupan yang benar dan utama adalah
ilmu yang mengajak kepada kehidupan yang baik yang diarahkan untuk berhubungan
dengan Al-Haq (Tuhan). Hal ini menurutnya dapat dibangun atas dua hal sebagai berikut:
Al-Tauhid (mengesakan Allah SWT) dan Insaniyah
(kemanusiaan). Semoga dengan hadirnya buku ini bisa menjadi referensi dan bermanfaat bagi civitas akademika dan masyarakat umum.

No comments:
Post a Comment