Monday, January 20, 2020

TRANSFORMASIONAL KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH




Judul : Transformasional Kepemimpinan Kepala Madrasah
Penulis : Dr. Sumarto, M.Pd.I
Penerbit : Media Salim Indonesia
Kata Pengantar : Direktur Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi


Buku yang berjudul "Transformasional Kepemimpinan Kepala Madrasah" adalah buku yang saya tulis hasil penelitian, yang di terbitkan oleh Media Salim Indonesia. Dan mendapatkan bantuan dari BAZNAS Provinsi Jambi, dalam hal penerbitan Buku.

Sinopsis Buku :

Kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan budaya madrasah tidak hanya 3 unsur kepemimpinan transformasional menurut James MacGregor Burns, 4 unsur kepemimpinan transformasional menurut  Leithwood, 4 unsur kepemimpinan menurut B.M. Bass dan  B.J. Avolio tetapi menurut hasil penelitian peneliti harus adanya pengembangan teori yang sudah ada untuk melakukan to-transform Kepala Madrasah dalam menanamkan budaya madrasah: 1) Memiliki integritas kepribadian muslim sebagimana Rasulullah SAW sebagai pemimpin yaitu benar atau mampu bersikap jujur, cerdas yaitu memiliki kemampuan pendidikan dan pengalaman yang baik, bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan dan memperjuangkan amanah untuk mencapai perubahan yang baik, menyampaikan kebenaran dan mencegah kepada yang munkar dalam melakukan perpindahan untuk perubahan yang lebih baik, 2) Mengetahui kebutuhan anggota, 3) Membangun rasa percaya diri dan anggota 4) Membangun komitmen bersama dalam melakukan perpindahan menuju perubahan yang lebih baik 5) Kreatif, Produktif dan Berinovasi 6) Teladan dan Berani menghadapi tantangan 7) Sensitifitas terhadap keluhan dan saran anggota 8) bermusyawarah dan semangat motivasi.

Peningkatan budaya madrasah perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: Pertama: Peningkatan budaya madrasah membutuhkan pemimpin transformasional yang perubah, memiliki sensitivitas terhadap pengembangan lembaga, mengembangkan visi bersama antarkomunitas lembaga, mendistribusikan peran kepemimpinan, mengembangkan kultur madrasah, melakukan usaha-usaha restrukturisasi di madrasah, memberi teladan dan memberdayakan bawahan, memiliki visi utama, misi, yang menjadi uaraian apa saja yang harus dilakukan dan menjadi indikator keberhasilan pencapaian visi, tujuan, sasaran, target rencana tindakan yang telah dibuat dengan matang, teladan sebagai model untuk perubahan, memiliki integritas kepribadian muslim dan bermusyawarah serta semangat kekeluargaan.

Kedua: Peningkatan budaya madrasah harus dilakukan dengan peran pemimpin yang transformasional yaitu idealiced influence, inspirational motivation, intelelectual stimulation, individualized consideration. Peran-peran tersebut dijalankan secara aktif dan optimal dan berkarakter integritas religius dalam mewujudkan penanaman budaya madrasah melalui cara-cara: membentuk integritas kepribadian muslim sebagaimana Rasulullah SAW, menyusun strategi, memampukan dan memberdayakan, memberi motivasi inspiratif, menjalin kerjasama, mengatasi hambatan, menyiasati peraturan, dan menjadi contoh teladan (uswatun hasanah), membangun rasa percaya diri dan anggota, Membangun komitmen bersama dalam melakukan perpindahan menuju perubahan yang lebih baik, Kreatif, Produktif dan Berinovasi, Berani menghadapi tantangan, sensitifitas terhadap keluhan dan saran anggota, bermusyawarah dan semangat motivasi, sehingga dapat terwujud budaya madrasah yang membudaya berdasarkan keyakinan, kebijakan, norma dan kebiasan dalam madrasah yang dapat dibentuk, diperkuat dan dipelihara melalui pimpinan dan guru-guru di madrasah. 

Buku Bisa di Download Di :






No comments:

Post a Comment