Judul : Transformasional Kepemimpinan Kepala Madrasah
Penulis : Dr. Sumarto, M.Pd.I
Penerbit : Media Salim Indonesia
Kata Pengantar : Direktur Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi
Buku yang berjudul "Transformasional Kepemimpinan Kepala Madrasah" adalah buku yang saya tulis hasil penelitian, yang di terbitkan oleh Media Salim Indonesia. Dan mendapatkan bantuan dari BAZNAS Provinsi Jambi, dalam hal penerbitan Buku.
Sinopsis Buku :
Kepemimpinan
transformasional dalam meningkatkan budaya madrasah tidak hanya 3 unsur
kepemimpinan transformasional menurut James MacGregor Burns, 4 unsur
kepemimpinan transformasional menurut Leithwood, 4 unsur
kepemimpinan menurut B.M. Bass dan B.J.
Avolio tetapi menurut hasil penelitian peneliti harus adanya pengembangan teori
yang sudah ada untuk melakukan to-transform Kepala Madrasah dalam
menanamkan budaya madrasah: 1) Memiliki integritas kepribadian muslim
sebagimana Rasulullah SAW sebagai pemimpin
yaitu benar atau mampu bersikap jujur, cerdas yaitu memiliki kemampuan
pendidikan dan pengalaman yang baik, bertanggung jawab dengan apa yang sudah
dilakukan dan memperjuangkan amanah untuk mencapai perubahan yang baik,
menyampaikan kebenaran dan mencegah kepada yang munkar dalam melakukan
perpindahan untuk perubahan yang lebih baik, 2) Mengetahui kebutuhan anggota,
3) Membangun rasa percaya diri dan anggota 4) Membangun komitmen bersama dalam
melakukan perpindahan menuju perubahan yang lebih baik 5) Kreatif, Produktif
dan Berinovasi 6) Teladan dan Berani menghadapi tantangan 7) Sensitifitas
terhadap keluhan dan saran anggota 8) bermusyawarah dan semangat motivasi.
Peningkatan budaya madrasah
perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: Pertama: Peningkatan budaya madrasah
membutuhkan pemimpin transformasional yang perubah, memiliki sensitivitas
terhadap pengembangan lembaga, mengembangkan visi bersama antarkomunitas lembaga, mendistribusikan peran kepemimpinan, mengembangkan kultur madrasah,
melakukan usaha-usaha restrukturisasi di madrasah, memberi teladan dan
memberdayakan bawahan, memiliki visi utama, misi, yang menjadi uaraian apa saja yang harus dilakukan dan menjadi
indikator keberhasilan pencapaian visi, tujuan, sasaran, target rencana tindakan yang telah dibuat dengan
matang, teladan sebagai model untuk perubahan, memiliki integritas
kepribadian muslim dan bermusyawarah serta semangat kekeluargaan.
Kedua: Peningkatan budaya
madrasah harus dilakukan dengan peran pemimpin yang transformasional yaitu idealiced
influence, inspirational motivation, intelelectual stimulation,
individualized consideration. Peran-peran tersebut dijalankan secara
aktif dan optimal dan berkarakter integritas religius dalam mewujudkan
penanaman budaya madrasah melalui cara-cara: membentuk integritas kepribadian
muslim sebagaimana Rasulullah SAW, menyusun
strategi, memampukan dan memberdayakan, memberi motivasi inspiratif, menjalin
kerjasama, mengatasi hambatan, menyiasati peraturan, dan menjadi contoh teladan (uswatun
hasanah), membangun rasa percaya diri
dan anggota, Membangun komitmen bersama dalam melakukan perpindahan menuju
perubahan yang lebih baik, Kreatif, Produktif dan Berinovasi, Berani menghadapi
tantangan, sensitifitas terhadap keluhan dan saran anggota, bermusyawarah dan
semangat motivasi, sehingga dapat terwujud budaya madrasah yang membudaya
berdasarkan keyakinan, kebijakan, norma dan kebiasan dalam madrasah yang dapat
dibentuk, diperkuat dan dipelihara melalui pimpinan dan guru-guru di madrasah.
Buku Bisa di Download Di :

No comments:
Post a Comment