Penulis
:
Agus
Salim Chamidi
ISBN : 978-623-92481-7-8
Desain
Sampul:
Raisa
Ruchama Silmi Chamidi, S. Pd
Editor
dan Lay Out :
Dr.
Sumarto, M.Pd.I
Penerbit
:
Penerbit
Buku Literasiologi
Tulisan
ini merupakan upaya untuk mencoba mendedah keberadaan sebuah desa yang bernama
Kaligending, desa di wilayah Kecamatan Karangsambung Kebumen. Apalagi di desa
ini dikenal tokoh Ki Ageng Gending yang makam/petilasannya berada di Dusun
Krajan. Ki Ageng Gending sendiri dikenal sebagai guru dari Danang Sutawijaya
atau Panembahan Senopati pendiri Kasultanan Mataram. Ini tentunya sangat
menarik.
Dengan berbagai sumber yang relatif terbatas, saya mencoba membangun
tulisan dan analisa ilmiah untuk merekonstruksi Kaligending dan tokoh Ki Ageng
Gending. Selain itu, ini bertujuan juga untuk membantu mendokumentasi sejumlah
kekayaan lokal Kaligending khususnya terkait budaya dan kearifan lokal dengan
merujuk Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Undang Undang 5/2017 tersebut menyebutkan bahwa pengertian kebudayaan
adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat (Pasal 1 ayat 1). Sedangkan
obyek pemajuan kebudayaan meliputi: tradisi
lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi
tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional (Pasal
5).
Melalui
buku ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu, khususnya Bapak Tugino Setyo Raharjo Kepala Desa Kaligending beserta
segenap aparat desa dan masyarakatnya, serta mahasiswa IAINU Kebumen yang
tengah ber-KKN di Desa Kaligending.
Tentunya
buku ini masih banyak kekurangan, dan sudah sepatutnya dengan rendah hati saya
berharap masukan konstruktif bagi upaya penyempurnaannya.Akhirnya
semoga buku ini dapat memberikan manfaat, dan bagi generasi milenial dapat
menjadi bagian dari mendidik diri lebih bijak kepada alam dan budayanya. "Agus Salim Chamidi "
Foto Bersama Penulis Agus Salim Chamidi di tengah, duduk di bawah pakai kupluk jaket hitam, Editor pakai baju batik, kaca mata sebelah kanan paling ujung. (Foto di ambil ketika kegiatan Short Course Community Outreach di Gunung Bromo, Tengger)
Kami
dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan Literasi Kita Indonesia
menyambut baik atas terbitnya buku ini oleh Penulis Agus Salim Chamidi yang
berjudul KALIGENDING “Pesona Desa Lembah
Lukula” Judul yang sangat menarik untuk dipelajari dan dibaca. Secara khusus kami Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan
Literasi Kita Indonesia merasa bangga, sangat menghargai dan memberikan
apresiasi yang tinggi atas ketekunan dan semangat Penulis,
sehingga buku ini dapat terbit dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi
setiap kalangan baik pelajar, mahasiswa, guru, dosen, setiap komunitas, lembaga
dan masyarakat umum baik dalam tingkat nasional maupun tingkat internasional,
terutama dalam kajian menggali potensi Desa dan belajar dengan kehidupan Desa.
Dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan Literasi Kita
Indonesia. Buku yang ada di hadapan kita bersama, adalah buku dari hasil
tulisan dari kajian yang di lakukan oleh penulis Agus Salim Chamidi di Desa Keligending.
Tulisan yang menarik untuk terus di gali, di bahas dalam diskusi, di bawa dalam
seminar untuk di sampaikan kepada public. Mengutip tulisan dari penulis dalam
buku Kaligending, bahwasanya Kaligending itu nama sebuah desa. Desa
Kaligending. Desa ini sekarang masuk wilayah Kecamatan Karangsambung Kebumen.
Jaraknya sekitar 13 km dari kota Kebumen ke arah utara melalui Mertakanda.
Desa ini menjadi desa pusat pemerintahan yang berada di Kecamatan Karangsambung.
Sisi barat Kaligending berupa sungai purba Sungai Lukula. Sisi timurnya berupa pegunungan gugus
geologis Formasi Waturanda dan Formasi Penosogan. Luas desa sekitar 620 hektar
(6.2km2) yang mayoritas merupakan lahan pertanian, tegalan, dan
hutan pegunungan. Di desa ini pernah hidup sejumlah kesenian, seperti wayang
kulit, wayang orang, dan ketoprak, akan tetapi kini sudah hilang. Yang masih
hidup adalah seni tayub, seni tari ebleg, dan seni Islami jamjaneng. Agama yang
dianut warga masyarakat adalah agama Islam, dan sebagian besar masih kuat
memegang tradisi Aboge. Ingin rasanya terus
membaca buku ini, karena banyak memuat tentang sejarah dan potensi Desa
Kaligending. Buku ini sangat layak untuk dimiliki, menjadi bahan diskusi dan
pembelajaran berikutnya.
Dengan hadirnya buku ini, bisa membantu setiap Desa dalam hal mengelola
Desa dengan baik dan terbaik. Buku ini juga bisa menjadi salah satu literatur
yang bisa di manfaatkan dalam proses pembelajaran pemberdayaan Desa. Masih
banyak yang harus di pelajari dan di dalami dalam buku ini, sehingga perlu
adanya saran dari publik, untuk mengembangkan buku ini lebih baik
lagi. Terima Kasih sudah memberikan kepercayaan kepada Yayasan Literasi Kita
Indonesia untuk menerbitkan buku ini. Editor : Dr. Sumarto, M.Pd.I

No comments:
Post a Comment