Monday, January 20, 2020

KALIGENDING Pesona Desa Lembah Lukula





Penulis :
Agus Salim Chamidi

ISBN : 978-623-92481-7-8

Desain Sampul:
Raisa Ruchama Silmi Chamidi, S. Pd

Editor dan Lay Out :
Dr. Sumarto, M.Pd.I

Penerbit :
Penerbit Buku Literasiologi


Tulisan ini merupakan upaya untuk mencoba mendedah keberadaan sebuah desa yang bernama Kaligending, desa di wilayah Kecamatan Karangsambung Kebumen. Apalagi di desa ini dikenal tokoh Ki Ageng Gending yang makam/petilasannya berada di Dusun Krajan. Ki Ageng Gending sendiri dikenal sebagai guru dari Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pendiri Kasultanan Mataram. Ini tentunya sangat menarik.
Dengan berbagai sumber yang relatif terbatas, saya mencoba membangun tulisan dan analisa ilmiah untuk merekonstruksi Kaligending dan tokoh Ki Ageng Gending. Selain itu, ini bertujuan juga untuk membantu mendokumentasi sejumlah kekayaan lokal Kaligending khususnya terkait budaya dan kearifan lokal dengan merujuk Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 
Undang Undang 5/2017 tersebut menyebutkan bahwa pengertian kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat (Pasal 1 ayat 1). Sedangkan obyek pemajuan kebudayaan meliputi: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional (Pasal 5). 
Melalui buku ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya Bapak Tugino Setyo Raharjo Kepala Desa Kaligending beserta segenap aparat desa dan masyarakatnya, serta mahasiswa IAINU Kebumen yang tengah ber-KKN di Desa Kaligending. 
Tentunya buku ini masih banyak kekurangan, dan sudah sepatutnya dengan rendah hati saya berharap masukan konstruktif bagi upaya penyempurnaannya.Akhirnya semoga buku ini dapat memberikan manfaat, dan bagi generasi milenial dapat menjadi bagian dari mendidik diri lebih bijak kepada alam dan budayanya. "Agus Salim Chamidi "




Foto Bersama Penulis Agus Salim Chamidi di tengah, duduk di bawah pakai kupluk jaket hitam, Editor pakai baju batik, kaca mata sebelah kanan paling ujung. (Foto di ambil ketika kegiatan Short Course Community Outreach di Gunung Bromo, Tengger)

Kami dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan Literasi Kita Indonesia menyambut baik atas terbitnya buku ini oleh Penulis Agus Salim Chamidi yang berjudul KALIGENDING “Pesona Desa Lembah Lukula” Judul yang sangat menarik untuk dipelajari dan dibaca. Secara khusus kami Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan Literasi Kita Indonesia merasa bangga, sangat menghargai dan memberikan apresiasi yang tinggi atas ketekunan dan semangat Penulis, sehingga buku ini dapat terbit dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi setiap kalangan baik pelajar, mahasiswa, guru, dosen, setiap komunitas, lembaga dan masyarakat umum baik dalam tingkat nasional maupun tingkat internasional, terutama dalam kajian menggali potensi Desa dan belajar dengan kehidupan Desa.
Dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia Yayasan Literasi Kita Indonesia. Buku yang ada di hadapan kita bersama, adalah buku dari hasil tulisan dari kajian yang di lakukan oleh penulis Agus Salim Chamidi di Desa Keligending. Tulisan yang menarik untuk terus di gali, di bahas dalam diskusi, di bawa dalam seminar untuk di sampaikan kepada public. Mengutip tulisan dari penulis dalam buku Kaligending, bahwasanya Kaligending itu nama sebuah desa. Desa Kaligending. Desa ini sekarang masuk wilayah Kecamatan Karangsambung Kebumen. Jaraknya sekitar 13 km dari kota Kebumen ke arah utara melalui Mertakanda.
Desa ini menjadi desa pusat pemerintahan yang berada di Kecamatan Karangsambung. Sisi barat Kaligending berupa sungai purba Sungai Lukula. Sisi timurnya berupa pegunungan gugus geologis Formasi Waturanda dan Formasi Penosogan. Luas desa sekitar 620 hektar (6.2km2) yang mayoritas merupakan lahan pertanian, tegalan, dan hutan pegunungan. Di desa ini pernah hidup sejumlah kesenian, seperti wayang kulit, wayang orang, dan ketoprak, akan tetapi kini sudah hilang. Yang masih hidup adalah seni tayub, seni tari ebleg, dan seni Islami jamjaneng. Agama yang dianut warga masyarakat adalah agama Islam, dan sebagian besar masih kuat memegang tradisi Aboge.  Ingin rasanya terus membaca buku ini, karena banyak memuat tentang sejarah dan potensi Desa Kaligending. Buku ini sangat layak untuk dimiliki, menjadi bahan diskusi dan pembelajaran berikutnya.
Dengan hadirnya buku ini, bisa membantu setiap Desa dalam hal mengelola Desa dengan baik dan terbaik. Buku ini juga bisa menjadi salah satu literatur yang bisa di manfaatkan dalam proses pembelajaran pemberdayaan Desa. Masih banyak yang harus di pelajari dan di dalami dalam buku ini, sehingga perlu adanya saran dari publik, untuk mengembangkan buku ini lebih baik lagi. Terima Kasih sudah memberikan kepercayaan kepada Yayasan Literasi Kita Indonesia untuk menerbitkan buku ini. Editor : Dr. Sumarto, M.Pd.I



No comments:

Post a Comment