Alhamdulillah, sampai di University Sultan
Syarif Ali, yang di kenal dengan UNISSA, berada tidak jauh dari pusat Kota,
posisi perguruan tinggi yang strategis dekat dengan pusat pembelanjaan dan
hospital, sehingga akses nya mudah untuk di temui. Di sambut baik oleh
rombongan pimpinan dari UNISSA ada Ustadz Syamali Direktur Hubungan Luar negeri
dari UNISSA, Prof Hajjah Rose, Dr. Juliana dari Pusat Penyeledikan
(Penelitian), Penerbitan dan khidmat (pengabdian
masyarakat). Rektor UNISSA tidak bisa berhadir dalam kegiatan di karenakan ada
pertemuan di Malaysia, Alhamdulillah beliau menitipkan salam kepada setiap
delegasi Perguruan Tinggi di Indonesia.
Dari hasil pertemuan pertama dengan UNISSA ada
beberapa agenda yang akan di laksanakan selama 8 hari ke depan; tanggal 7 - 14
Desember 2019, di antaranya;
1. Kegiatan di UNISSA tentang pengajaran dan
Penelitian, 2. Bersama salah satu Dosen UNISSA yang pakar (Profesor dan Doktor)
melaksanakan kegiatan diskusi tentang kepakaran keilmuan masing masing delegasi
dari Indonesia ada Hukum Keluarga Islam, Bahasa Arab, Halalan Toyiban (produk
halal), Ushuluddin dan Undang undang. 3. Joint Penelitian bersama dosen UNISSA
tentang beberapa tema Penelitian yang di sepakati bisa diterbitkannya di Jurnal
UNISSA atau di Kampus Indonesia 4. Program Kajian Ulama Brunei Darussalam yang
memiliki kesamaan dengan Ulama Nusantara menjadi kajian tindak lanjut dari
pertemuan, bisa mengirim kan proposal untuk menjadi bahan pertimbangan dan
masukan kolaborasi riset bersama UNISSA. 5. Kegiatan berkunjung di beberapa
Sekolah Dasar, Menengah dan Lanjutan di Brunei, seperti di Indonesia ada
Madrasah, menghadiri kegiatan olahraga dengan masyarakat Brunei, menghadiri
prosesi tata cara pernikahan di Brunei. "Salah satu penjelasan dari Ustadz
Latif UNISSA, berumur 28 Tahun, belum menikah bahwa proses pernikahan di Brunei
tergolong mahal, harus menyediakan dana hingga 1.500 Dollar Brunei (sekitar Rp.
150.000.000), sehingga salah satu alasan beliau belum menikah, beliau sambil
"tersenyum menyampaikan nya" lalu saya sampaikan menikah di Indonesia
aja, biaya lebih murah... sambil bercanda...tanda persahabatan.

No comments:
Post a Comment