Penulis :
Dr. H. Umar, M.HI
ISBN : 978-623-90875-2-4
Desain Sampul:
Dharma Setyawan, M.A
Editor :
Dr. Sumarto, S.Sos.I, M.Pd.I
Lay Out:
Dr. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I
Penerbit :
Penerbit Buku Literasiologi
Buku ini bisa menjadi kajian nasional dan
internasional terhadap konsep LGBT Dampak dan Solusinya, bahan referensi bagi
civitas akademika dan masyarakat secara umum. Penulis ingin menyampaikan ada beberapa hal yang
di bahas dalam buku ini diantaranya Di awal tahun 2016 pun Indonesia dikagetkan
dengan isu pelegalan LGBT. Ada sekitar 7,5 juta jiwa atau 3% dari penduduk Indonesia, terindikasi sebagai LGBT. Menurut
survei CIA, jumlah populasi LGBT di
Indonesia berada pada posisi ke-5 terbesar di dunia, setelah Cina, India,
Eropa, dan Amerika (Rahman, Sixpack Magazine: 18/06/2016). Kemudian dari
data yang diakses penulis dari Sindonews.com menyebutkan bahwa, jumlah
penganut LGBT di Indonesia dari waktu ke waktu semakin meningkat.
Peningkatan itu terjadi karena mereka lebih membuka diri atau coming out (mengaku). Mereka merasa
berani mengaku karena gaya hidup mereka merupakan pilihan dan tidak mengganggu
orang lain. Bahkan, mereka keluar
secara berkelompok dan menunjukan status mereka ke publik. Mengutip data
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2012, ada sekitar 1.095.970 laki-laki
yang berperilaku menyimpang. Jumlah ini naik 37% dari tahun 2009.
Sementara
di tahun 2016 diduga jumlah penganut homoseksual terus meningkat, sekitar 7,5 juta jiwa atau 3% dari penduduk
Indonesia, terindikasi sebagai LGBT. Menurut survei CIA, jumlah populasi LGBT di
Indonesia berada pada posisi ke- 5 terbesar di dunia, setelah Cina, India,
Eropa, dan Amerika. Ini merupakan angka yang sangat mengagetkan, dan ada kemungkinan
akan terus bertambah, mengingat berbagai propaganda terus dilakukan oleh
kelompok LGBT, dengan dalih kebebasan dan hak asasi manusia (HAM). Isu ini pun
menuai kontroversi.
Beberapa kalangan menilai secara beragam tentang
keberadaan LGBT. Salah satu mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden,
Almaghfurlah KH. A. Hasyim Muzadi,
bahwa polemik perihal LGBT tidak bisa diselesaikaan melalui pendekatan HAM dan
demokrasi, karena pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual, dan keberadaannya sudah jelas dilarang dalam
al-Qur’an. Dan
pendapat inilah yang banyak diaminkan oleh masyarakat muslim Indonesia dengan
merujuk pada kisah Nabi Luth. Dari beberapa data yang disampaikan penulis di
atas, tampak jelas bahwa LGBT sangat berbahaya dan sudah menunjukkan pengaruh
besarnya di Indonesia, hal ini harus di sikapi dengan tegas dari pihak
pemerintah, bahwa LGBT bukanlah kelainan seksual yang di bawa dari lahir tetapi
pengaruh lingkungan sangat besar untuk membuat orang atau sekelompok orang
menjadi bagian dari LGBT dan ikut serta mempengaruhi yang lain.
Dalam buku ini, penulis coba sampaikan bagaimana
problematika LGBT dampak dan solusinya. Buku ini merupakan bagian dari hasil
beberapa kajian jurnal tentang LGBT yang di bahas oleh penulis, hal – hal yang
menarik di jadikan tulisan untuk kemudian di kembang lagi. Lebih lanjut dan
menarik akan di bahas dalam buku ini.
Kami dari Penerbit Buku Literasiologi
Indonesia dan Tim Editor menyambut baik atas terbitnya buku ini, yang ditulis
Dr. H. Umar, M.HI yang berjudul buku “LGBT
Dampak dan Solusinya” Judul dan
pembahasan yang harus kita ketahui bersama sebagai bagian dari masyarakat yang
peduli terhadap social dan budaya, generasi bangsa dan kemajuan bangsa.
Secara
khusus kami dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia dan Tim Editor merasa bangga dan sangat
menghargai serta memberi apresiasi yang tinggi atas ketekunan dan semangat
penulis yang mana penulis juga adalah pendidik dan Peneliti, sehingga buku ini
dapat terbit dan dapat dijadikan sebagai referensi di bidang hukum dan social tentang LGBT
dampak dan solusinya di Provinsi Jambi secara khusus dan secara umum di
Nasional/ Internasional.
Dari Penerbit Buku Literasiologi Indonesia dan
Tim Editor berupaya melakukan proses editing dari naskah yang penulis berikan,
sangat menarik dibaca. Ada beberapa kajian dibahas dalam buku ini yaitu
diantaranya tentang terdapat beberapa faktor
yang menyebabkan seseorang itu cenderung untuk menjadi bagian dari LGBT,
diantaranya: pertama, keluarga.
Pengalaman atau trauma di masa kanak-kanak, misalnya mendapatkan perlakuan
kasar yang dilakukan oleh bapak yang memungkinkan anak mempunyai rasa benci
terhadap semua pria. Selain itu, bagi golongan transgender faktor yang
menyebabkan adalah sikap orang tua yang mengidamkan anak laki-laki atau
perempuan, tetapi yang anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan apa yang
diidamkan. Kedua, Pergaulan dan
lingkungan. Kebiasaan pergaulan dan lingkungan menjadi faktor terbesar
terhadap orentasi seksual seseorang. Kurangnya perhatian dari keluarga. Hal ini sangat penting untuk diketahui kita semua dan
menyampaikannya kepada orang lain. Sehingga mari kita baca buku ini bersama.
Dengan
hadirnya buku ini, sangat membantu setiap masyarakat dan lembaga sekolah serta pemerintah. Semoga karya yang telah dihasilkan ini tidak terhenti sampai
disini, dan akan lahir karya-karya monumental penulis yang berikutnya, sebagai
bahan kajian bagi akademisi, pendidik, peserta didik, peneliti, dan masyarakat
umumnya diseluruh tanah air Indonesia. Semoga Allah memberikan keberkahan.
Aamiin.
Buku Bisa Di Download di Website :

No comments:
Post a Comment